Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA tidak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo melantik Komisaris Jenderal Tito Karnavian menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menggantikan Jenderal Badrodin Haiti, hari ini. Inilah pergantian Kapolri yang berlangsung paling mulus sejak era reformasi.
Kendati proses perjalanan Tito menuju Tribrata I nyaris tanpa 'kerikil', bukan berarti Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu boleh mengambil napas berlama-lama. Ia mesti langsung tancap gas mengurai beragam persoalan dan tantangan Polri yang masih berjibun.
Tingkat ekspektasi publik yang tinggi, baik yang disampaikan secara langsung maupun yang disuarakan para wakil rakyat di parlemen kepada Tito mesti segera dicicil untuk 'dibayar'. Ia, misalnya, harus segera menjawab pertanyaan besar ihwal masih banyaknya aparat yang membiarkan berbagai tindakan kekerasan oleh kelompok intoleran.
Dalam kurun lebih dari lima tahun terakhir, rupa-rupa aksi intoleran dari yang berupa ujaran kebencian karena perbedaan keyakinan ataupun dalam bentuk aksi lapangan meningkat drastis. Wahid Institute dan Setara Institute mencatat, pada 2010 terjadi 64 kasus intoleransi dan pada 2015 jumlahnya meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 197 kasus.
Salah satu pemicu eskalasi aksi intoleransi dan tindakan kekerasan ialah absennya negara dengan perwujudan utama masih adanya pembiaran atas beragam aksi kekerasan. Aparat kerap bertindak ragu-ragu, bahkan lebih sering meminta korban mengalah.
Pada titik itulah Tito harus mampu mengembalikan Polri dalam posisi strategis sebagai ujung tombak kehadiran negara. Nilai strategis Polri terletak pada dua hal, yakni selain berwenang memaksa penegakan ketertiban masyarakat, polisi juga hadir di unit pemerintahan terendah di kecamatan. Kepolisian, dengan demikian, menjadi institusi utama negara yang secara langsung bisa mencegah terjadinya intoleransi.
Tantangan Tito berikutnya ialah kemampuan polisi mengatasi persoalan terorisme secara lebih proporsional dan profesional. Tak bisa dimungkiri, aksi teror yang masih masif di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, membutuhkan tingkat kewaspadaan dan kesigapan sangat tinggi.
Di sisi lain, tingginya kewaspadaan dan kecepatan menindak aksi teror sejak dini kerap berbenturan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Karena itu, kemampuan menyeimbangkan kedua hal itu menjadi tantangan yang penting untuk segera dirampungkan.
Tito juga dituntut untuk segera membangun kultur polisi ke arah yang lebih humanis, persuasif, dengan melindungi dan mengayomi masyarakat. Dalam kaitan melindungi dan mengayomi masyarakat tersebut, Tito harus mampu menggeser paradigma kepolisian dari penanggulangan menjadi pencegahan, juga menerapkan paradigma kepolisian yang mampu memecahkan akar masalah, bukan hanya membereskan masalah di permukaan.
Untuk menggeser paradigma dari penanggulangan menjadi pencegahan, Polri harus mampu memetakan wilayah potensi konflik dan kerawanan di Indonesia. Hasil pemetaan itulah yang bisa dipergunakan untuk melakukan penyebaran kekuatan kepolisian di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah pemetaan tersebut setidaknya bisa menutup celah sementara rasio polisi dan jumlah penduduk yang masih timpang, yakni 1 polisi mengurusi 600 warga. Angka tersebut masih jauh dari ideal, yakni 1 polisi mengurusi 300 warga.
Dalam menerapkan paradigma kepolisian sebagai pemecah akar masalah, tidak ada pilihan kecuali meningkatkan setinggi-tingginya kualitas sumber daya manusia Polri. Lembaga pendidikan polisi harus memberikan porsi yang besar terhadap kemampuan analisis masalah yang mendalam demi meningkatkan kompetensi analytical thinking dan conceptual thinking anggota Polri.
Publik amat merindukan kehadiran polisi yang humanis, berintegritas, tegas, dan profesional. Semua itu kini menjadi pekerjaan yang harus mulai diwujudkan Tito Karnavian.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved