Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAT utama sistem persenjataan atau alutsista hebat tidak semata-mata kita butuhkan dalam keadaan perang atau karena kita akan berperang.
Alutsista canggih kita butuhkan sering kali justru untuk mencegah perang.
Bila persenjataan negara-negara relatif berimbang, negara-negara tersebut bakal berpikir berkali-kali untuk saling menyerang.
Itu artinya keberimbangan alutsista antarnegara bisa mewujudkan perdamaian.
Oleh karena itu, kepemilikan alutsista modern merupakan suatu kemestian, terlebih buat negara seluas dan sebesar Indonesia.
Celakanya, kita belum memiliki alutsista yang membuat pertahanan kita berimbang dengan negara lain.
Ditengarai, lebih dari separuh alutsista kita tergolong uzur, beroperasi lebih dari 30 tahun.
Usia uzur menjadi penyebab utama kecelakaan alutsista kita.
Data Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan dalam kurun 10 tahun, dari 2006 hingga 2015, terjadi 18 insiden fatal yang melibatkan pesawat militer TNI.
Itu artinya setiap tahun rata-rata terjadi dua kecelakaan pesawat militer.
Kecelakaan terbaru menimpa helikopter jenis Bell 205 A-1 milik TNI-AD yang jatuh di Dusun Kowang, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (8/7).
Helikopter itu terbilang jenis tua, buatan 1976.
Jatuhnya helikopter tersebut menambah panjang rentetan alutsista TNI yang mengalami kecelakaan hingga Juli 2016.
Pada 10 Februari 2016, pesawat Super Tucano milik TNI-AU jatuh di Malang, Jawa Timur.
Lalu, pada 20 Maret 2016, helikopter Bell 412 milik TNI-AD jatuh di Poso, Sulawesi Tengah.
Kecelakaan alutsista biasanya diikuti dengan terenggutnya nyawa prajurit terbaik TNI.
Sungguh ironis, tentara bukan mati di medan pertempuran, melainkan di medan kecelakaan.
Faktor usia memang bukan satu-satunya penyebab kecelakaan alutsista.
Penyebab lain ialah faktor manusia dan cuaca.
Apa pun penyebabnya, negara harus memodernisasi alutsista termasuk sumber daya manusianya.
Namun, terbatasnya anggaran acap dituding sebagai penyebab terhambatnya modernisasi alutsista kita.
Padahal, anggaran pertahanan dari tahun ke tahun cenderung meningkat.
Pada 2015, misalnya, Kementerian Pertahanan menerima anggaran sekitar Rp95 triliun, naik 11,4% atau Rp11,6 triliun dari anggaran 2014 sebesar Rp83,4 triliun.
Lalu, dalam APBN-P 2016, anggaran pertahanan melampaui anggaran infrastruktur.
Alokasi anggaran Kementerian Pertahanan naik Rp9,3 triliun, dari Rp99,5 triliun menjadi Rp108,7 triliun.
Sebaliknya alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turun Rp7 triliun, dari Rp104 triliun menjadi Rp97 triliun.
Anggaran pertahanan kita memang belum ideal untuk negara seluas dan sebesar Indonesia.
Akan tetapi, rakyat menghendaki peningkatan anggaran pertahanan dibarengi peningkatan kualitas alutsista yang dalam konteks ini ditandai dengan berkurangnya kecelakaan alutsista tersebut.
Mengapa alokasi anggaran pertahanan meningkat, tetapi kualitas alutsista kita tidak naik kelas? Diperlukan audit menyeluruh terhadap alokasi anggaran alutsista kita untuk menjawabnya.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved