Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Komisaris Jenderal Tito Karnavian menuju kursi Kapolri semakin dekat. Harapan akan terciptanya Polri yang profesional, berintegritas, dan sepenuh hati menjadi pelindung dan pelayan rakyat pun dipertaruhkan di tangan sang jenderal.
Ketika Presiden Joko Widodo secara mengejutkan mengajukan nama Komjen Tito sebagai calon tunggal Kapolri yang baru untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti, publik terkaget-kaget. Keputusan itu amat di luar dugaan karena Tito jauh lebih junior ketimbang tujuh komjen lainnya.
Komjen Tito juga tak masuk daftar nama yang diusulkan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri kepada Presiden sebagai calon Kapolri. Namanya tak ada pula dalam usulan Komisi Kepolisian Nasional. Namun, Presiden punya pertimbangan lain untuk memilihnya sebagai kandidat tunggal yang diajukan ke DPR.
Undang-undang menggariskan bahwa mengangkat dan memberhentikan Kapolri ialah hak Presiden meski harus mendapat persetujuan DPR. Karena itu, siapa pun figur yang diajukan Presiden harus dihormati dan kita menyambut baik DPR menghormati keputusan Presiden mengajukan Tito.
Penghormatan terhadap Tito jelas tampak dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang bersangkutan oleh Komisi III DPR, kemarin. Tidak ada satu pun anggota dewan yang mempersoalkan pencalonan Tito. Seabrek pertanyaan yang mereka lontarkan lebih bermuatan kritik dan saran untuk pembenahan Polri ke depan. Tak sedikit pula yang menyandarkan asa akan terciptanya Polri yang lebih baik di pundak Tito.
Beragam pertanyaan mulai persoalan organisasi Polri, terorisme, hingga pribadi Tito terkait dengan kasus tertentu dijawab runut oleh alumnus Akademi Kepolisian 1987 itu. Semuanya clear, semuanya terang benderang.
Dari rentetan tahapan pencalonan yang sudah ditapaki, rasanya tiada alasan untuk tidak mengakui bahwa keputusan Jokowi memilih Tito adalah pilihan yang tepat. Apalagi, nyaris tak ada laporan miring terhadapnya. Harta kekayaan ataupun rekening pribadi Tito dan keluarga juga dalam kategori wajar, tidak aneh-aneh, apalagi mencurigakan.
Wajar belaka jika 10 fraksi di Komisi III kompak menyetujui Tito sebagai pengganti Badrodin Haiti. Artinya, Komjen Tito tinggal menunggu waktu untuk dilantik Presiden sebagai Kapolri yang baru.
Rakyat ingin Kapolri yang tak lagi sibuk dengan urusan pribadi karena tantangan yang dihadapi Polri sungguh berat. Untuk internal, misalnya, Polri hingga kini masih dicap sebagai salah satu lembaga paling korup. Reformasi yang dijalankan Polri pun belum membuahkan hasil yang selaras dengan keinginan publik.
Tantangan eksternal tak kalah dahsyat. Semakin besarnya ancaman terhadap keberagaman dan kian merebaknya intoleransi tak bisa dianggap main-main. Harus kita katakan, selama ini polisi kerap absen ketika intoleransi terjadi, bahkan tak jarang malah larut dalam praktik-praktik intoleransi itu. Di bawah komando Tito, Polri harus selalu hadir demi menjamin kebinekaan.
Terorisme juga masih menjadi tantangan serius bagi Polri. Imbauan anggota Komisi III agar penindakan teroris dilakukan dengan criminal justice system, tak semata war justice system, kiranya patut dipertimbangkan. Menghadapi teroris memang mutlak tegas, tetapi tak berarti harus selalu mematikan mereka.
Masih banyak tantangan lain. Meski demikian, kita optimistis Polri bisa menjawab tantangan-tantangan itu di bawah kepemimpinan Tito nanti. Kepada Tito kita mengharapkan hadirnya Polri baru, Polri yang lebih baik, lebih profesional, lebih humanis, dan lebih dicintai rakyat.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved