Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KRITIK memang bukan musuh. Dalam kritik ada benih kemajuan yang berbeda dari sanjungan dan pujian.
Dari kelugasan dan pahitnya kritik, tidak jarang kita mendapatkan refleksi yang paling jernih.
Tidak mengherankan bila banyak tokoh dunia dan pemikir besar menjadikan kritik sebagai sahabat.
Di sisi lain, kritik memang bisa sekadar menambah kegaduhan dan polemik.
Kritik yang seperti ini tentunya yang tidak kita harapkan dari para tokoh negara ini.
Sebuah kritik panjang untuk pemerintahan Jokowi baru saja dilontarkan pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam acara buka puasa bersama Partai Demokrat, Jumat (10/6), SBY menyampaikan koreksi terhadap tujuh isu yang dinilainya penting.
Ketujuh isu itu ialah perekonomian, kondisi kehidupan masyarakat dari aspek sosial dan ekonomi, keadilan dan penegakan hukum, kedaulatan partai politik dan isu intervensi kekuasaan, TNI dan Polri, gerakan komunis dan potensi terjadinya konflik horizontal, serta peran pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan bangsa.
Sayangnya, rantai kritik itu jadi terasa bengkok karena saratnya perbandingan-perbandingan subjektif.
Meski berbicara dalam forum partai dan dalam kapasitas ketua umum partai, dalam pidatonya SBY justru lebih banyak menempatkan dirinya sebagai mantan presiden dan menonjolkan kebijakannya pada masa itu.
Tak diragukan, SBY hendak membandingkan pemerintahannya dengan pemerintahan Jokowi.
Dalam perbandingan, glorifikasi kerap tak terhindarkan. Ungkapan 'When I was a president' sangat terasa.
Saat mengkritik isu penegakan hukum, misalnya, SBY menyebut penyimpangan dan kejahatan di masa pemerintahannya diproses penuh semangat.
Saat ini, ia menilai proses penegakan hukum terhadap kasus-kasus besar tak kelihatan.
Dalam hal rekonsiliasi permasalahan masa lalu, SBY menyebut setelah bekerja empat tahun tanpa menimbulkan kehebohan di masyarakat, ia memutuskan bangsa ini belum siap untuk hal tersebut.
Ia pun menilai kesiapan bangsa belum berubah saat ini.
Perbandingan-perbandingan subjektif itulah yang membuat kritik tersebut lari dari hakikatnya sebagai refleksi yang jernih.
Kritik seperti itu justru membuat serentetan solusi yang disebut kemudian terasa klise.
Kritik SBY justru memunculkan kritik terhadapnya.
Sangat disayangkan ketika tokoh sebesar SBY gagal menempatkan posisi sebagai negarawan saat menyampaikan kritik.
Padahal, semestinya hal itu mudah saja dihindari jika SBY tetap menempatkan diri sebagai seorang ketua umum partai.
Atau, jika demikian beratnya untuk tidak membandingkan dengan kerja di masa lalu, kritik tersebut lebih tepat disampaikan sekjen atau ketua partai.
Banyak mantan presiden negara lain lebih memilih tidak mengomentari pemerintahan penerus mereka.
Mantan Presiden AS George W Bush pernah berkata menjadi presiden ialah tugas yang berat sehingga seorang mantan presiden tak perlu membuatnya jadi lebih berat lagi.
Alangkah elegan bila dibentuk forum presiden dan mantan presiden.
Di forum itu, para mantan presiden bertemu secara langsung dengan presiden untuk menyampaikan kritik, masukan, atau saran.
Di sisi lain, yang lebih penting tentunya bagaimana pemerintahan Presiden Jokowi bersikap atas berbagai kritik.
Meski dibalut dengan penilaian subjektif, tentunya masukan mantan Presiden SBY tetap harus dicermati.
Kedewasaan pemerintahan akan terlihat jika mampu menyikapi kritik apa pun sebagai cambuk perbaikan.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved