Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH 71 tahun Pancasila hadir sebagai dasar dan haluan kenegaraan. Namun, dalam kurun waktu yang panjang tersebut ideologi negara itu kerap terpojok, bahkan dikhianati. Berulang kali para pembesar dan elite di Republik ini berseru bahwa Pancasila ialah ideologi bersama. Ia bukan sekadar ornamen untuk mempercantik penampilan Burung Garuda, lambang negara kita. Pula, di mimbar-mimbar penting di negeri ini Pancasila kerap diucapkan sebagai solusi atas fakta keberagaman dan kemajemukan negeri ini.
Faktanya, pamor Pancasila semakin meredup di tengah arus besar demokratisasi yang dalam beberapa hal salah urus. Kedalaman falsafahnya tak lagi menjadi anutan. Nilai-nilai luhur kebangsaan yang termaktub dalam tubuh Pancasila bahkan kerap dikhianati perilaku sebagian anak bangsa, termasuk para elitenya. Masih munculnya perilaku intoleran, kentalnya kepentingan kelompok, serta masih suburnya praktik-praktik culas dan korup merupakan contoh betapa Pancasila masih amat megah di ruang kata-kata, tapi sepi di tingkat pelaksanaannya.
Untuk beberapa waktu, spirit kejujuran dan keadilan yang menjadi bagian penting falsafah Pancasila juga semakin pudar, tergantikan oleh keserakahan yang berpadu dengan oportunisme akut. Karena itu, penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui keputusan Presiden Joko Widodo sejatinya merupakan upaya mengembalikan ideologi negara tersebut kepada nilai penting saat dilahirkan. Bahkan, penetapan 1 Juni sebagai hari libur nasional menunjukkan pemerintah berupaya menarik seluruh elemen bangsa ini untuk menekuni kembali Pancasila sebagai ideologi bersama.
Jika 10 November sebagai Hari Pahlawan, 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan, bahkan Hari Santri Nasional diperingati dengan rupa-rupa upacara dan pengibaran bendera Merah Putih, tidak berlebihan pula jika di Hari Lahir Pancasila hal serupa dilakukan. Itu, kendati baru simbolis, akan memberikan makna Pancasila dalam posisi yang tinggi.
Kendati simbolisasi Pancasila melalui penetapan dan peringatan hari kelahirannya tersebut penting, tentu saja itu jauh dari cukup. Sebagaimana pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang menyebut Pancasila sebagai dasar filsafat dan pandangan hidup bangsa, begitu pula mestinya kita membumikan Pancasila dalam kehidupan kebangsaan kita. Kelemahan pembumian Pancasila selama ini disebabkan ketidakmampuan bangsa ini untuk mengaktualisasikan Pancasila, baik sebagai filsafat maupun pandangan hidup kebangsaan.
Betul bahwa seruan, sosialisasi, bahkan penataran tentang Pancasila sudah dilakukan. Namun, selama ini itu masih berhenti sebagai butir-butir hafalan tanpa upaya keras menwujudkan Pancasila sebagai falsafah ataupun pandangan hidup. Untuk beberapa dekade, negeri ini bahkan gagal menjadikan Pancasila sebagai pendirian hidup dalam praktik-praktik kebangsaan dan kenegaraan, baik saat merumuskan perundangan dan kebijakan negara maupun dalam perilaku penyelenggara dan warga negara.
Karena itu, dengan menjadikan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, mestinya keputusan itu diikuti pula dengan spirit menjauhkan ideologi bangsa dari hal-hal yang membuatnya kian tidak menjejak di bumi. Peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum demi memperkuat komitmen bangsa Indonesia untuk sungguh-sungguh mengimplementasikan Pancasila sebagai falsafah dan pendirian hidup bangsa. Hanya dengan cara itulah Pancasila akan kaya makna, juga kaya guna, sebagaimana dulu para bapak bangsa bercita-cita saat menggali ideologi bangsa.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved