Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR baik menyeruak dari kalangan pelajar SMA negeri di Jakarta dan Bandung bahwa pemahaman mereka akan toleransi beragama berada pada tataran yang baik. Itulah modal amat berharga untuk menjadikan keberagaman sebagai berkah, bukan pangkal musibah. Pemahaman beragama yang baik di kalangan siswa SMA negeri di Jakarta dan Bandung itu tecermin pada hasil survei Setara Institute yang dirilis Selasa (24/5). Dari 760 siswa yang menjadi responden, sebanyak 61,6% punya sikap toleran, 35,7% intoleran pasif, 2,5% intoleran aktif atau radikal, dan 0,3% yang berpotensi menjadi teroris.
Pada dimensi toleransi sosial keagamaan, sikap dan pemahaman siswa juga positif. Mayoritas dari mereka, misalnya, menolak organisasi keagamaan yang hendak menggantikan Pancasila. Mereka juga kontra dengan pelarangan pendirian rumah ibadah, mengafirkan kelompok lain, dan menentang penggunaan kekerasan dalam memperjuangan keyakinan.
Jelas, hasil survei itu menggembirakan sekaligus melegakan. Menggembirakan karena ada perubahan sikap yang cukup drastis di kalangan pelajar SMA di Jakarta jika kita bandingkan dengan era 2010. Saat itu, berdasarkan riset Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), ada kecenderungan cukup besar di kalangan siswa sekolah menengah di wilayah Jabodetabek terhadap radikalisme.
Hasil survei Setara juga melegakan, lantaran pemahaman yang baik dalam diri siswa SMA terhadap toleransi setidaknya bisa mengikis kekhawatiran akan regenerasi intoleransi. Dengan sikap seperti itu, ada harapan intoleransi tak terus menjadi warisan buruk yang mengancam eksistensi bangsa dan negara.
Sikap dan pemahaman yang baik terhadap toleransi ketika remaja pada gilirannya akan menumbuhkan sikap dan pemahaman yang baik pula saat mereka dewasa. Dengan begitu, kita memiliki modal sosial memadai bahwa keberagaman merupakan anugerah sehingga tak semestinya menjadi pemicu berpecah belah.
Sejujurnya kita perlu belajar dari anak-anak SMA negeri di Jakarta dan Bandung dalam hal toleransi. Kita berharap kelompok-kelompok intoleran, yang sebagian di antaranya justru telah beranjak dewasa, berguru pada anak-anak SMA itu. Kita berharap pula negara mau menjadikan sikap dan pemahaman siswa itu sebagai spirit tambahan untuk menjamin keberagaman di Indonesia.
Harus kita katakan, toleransi belum sepenuhnya mendapat tempat terhormat di Republik ini. Atas nama agama, kelompok intoleran membakar tempat ibadah pemeluk keyakinan lain, seperti yang terjadi ketika massa intoleran merusak masjid penganut Ahmadiyah di Kendal.
Lebih celaka lagi, negara belum juga mau dan mampu menjadi pelindung kebebasan. Mereka kerap absen, bahkan tak jarang malah larut dalam praktik intoleransi. Sikap dan pemahaman yang positif di kalangan pelajar SMA negeri di Jakarta dan Bandung terhadap toleransi memang baik, tetapi belum cukup. Para guru harus bersikap yang sama, orangtua begitu juga. Intoleransi ibarat kanker. Kita tak bisa membiarkannya, lalu berharap musnah dengan sendirinya.
Untuk mencegah intoleransi tumbuh dan mengganas, kita harus serius memeranginya dengan menumbuhkan toleransi. Pelajar Jakarta dan Bandung telah mengajarkan itu.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved