Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN dalam sistem demokrasi semestinya tidak hanya menghasilkan pemimpin dengan perolehan suara terbanyak, tetapi juga pemimpin dengan kompetensi dan integritas tinggi. Itu artinya demokrasi semestinya juga meritokrasi ketika pemilih memilih pemimpin mereka berdasarkan kualitas kemampuan dan integritas sang pemimpin, bukan karena kualitas-kualitas lain seperti suku, agama, ras, atau golongan.
Mereka yang memilih karena kualitas kepemimpinan, kompetensi, dan integritas pemimpin ialah pemilih rasional. Sebaliknya, mereka yang memilih karena ikatan-ikatan sosiologis seperti suku, agama, ras, golongan, atau organisasi serta politik uang ialah pemilih emosional. Terpilihnya Sadiq Khan sebagai Wali Kota London, Inggris, menunjukkan rakyat pemilih di sana sungguh rasional. Tindakan para pemilih itu pada gilirannya menghasilkan demokrasi yang juga meritokrasi.
Sadiq Khan seorang muslim, nenek moyangnya berkebangsaan Pakistan, tetapi ia tetap penduduk London dan berkewarganegaraan Inggris. “Kita semua memiliki identitas ganda. Saya penduduk London, berkebangsaan dan berkewarganegaraan Inggris, berasal dari Asia dengan nenek moyang Pakistan. Saya juga ayah, suami, dan penggemar Liverpool,” kata dia.
Mustahil rasanya Sadiq terpilih sebagai Wali Kota London bila saja pemilih di sana emosional, memilih karena ikatan suku, agama, ras, atau golongan. Meski kandidat yang diusung Partai Buruh itu diserang kampanye SARA dan dituduh dekat dengan kelompok ekstremis agama, sebagian besar warga Kota London tetap memilihnya.
Di masyarakat pemilih rasional, kampanye SARA tak bakal laku dan bisa menjadi bumerang. ‘Strategi kampanye pada isu ras dan agama untuk pemilihan Wali Kota London ternyata membuat kami kalah dan kehilangan reputasi dan kredibilitas’, tulis seorang mantan anggota parlemen dari Partai Konservatif dalam akun Twitter-nya.
Kita di Indonesia tidak ada salahnya menjadikan terpi¬lihnya Sadiq sebagai pelajaran dan pendidikan politik yang sangat berharga, baik bagi rakyat pemilih maupun partai politik. Rakyat pemilih semestinya memilih atau tidak memilih calon presiden, gubernur, bupati, wali kota, dan anggota parlemen, bukan karena SARA, melainkan karena rekam jejak, reputasi atau prestasi, serta program kerja sang kandidat. Sejumlah penelitian menunjukkan, pada dasarnya pemilih di Indonesia terbilang rasional. Akan tetapi, kita saksikan nyaris dalam setiap pemilihan, terutama pemilu presiden dan pilkada, senantiasa ada upaya menampilkan isu SARA untuk menyerang kandidat tertentu. Kita ingat pada Pemilu Presiden 2014, arus kampanye hitam berbau SARA mengalir deras. Begitu pula, di ibu kota Jakarta, isu SARA berembus kencang bahkan sejak setahun menjelang Pilkada 2017 nanti.
Yang mencoba merecoki pemilih yang sebenarnya rasional menjadi tidak rasional biasanya partai politik pengusung dan pendukung melalui kampanye beraroma SARA. Padahal, pemilihan Wali Kota London menjadi pelajaran amat gamblang betapa mengusung isu SARA cuma menghadirkan bumerang dan kekalahan bagi partai politik bersangkutan.
Oleh karena itu, partai politik juga harus menjadi institusi politik yang rasional, yang melakukan pendidikan politik kepada pemilih untuk menjatuhkan pilihan secara rasional pula. Bila pemilih dan partai politiknya rasional, yang tercipta di negara kita demokrasi yang rasional pula. Demokrasi rasional ialah demokrasi yang sesungguhnya. Dengan begitu, pemilih dan partai politik rasional akan mengantarkan Indonesia dari negara transisi demokrasi dewasa ini menuju negara demokrasi sesungguhnya kelak.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved