Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGIN sejuk perekonomian berhenti berembus di awal-awal tahun ini dengan kembali melambatnya laju pertumbuhan ekonomi.
Sepanjang triwulan I 2016, menurut data Badan Pusat Statistik yang dirilis Rabu (4/5), perekonomian hanya mampu tumbuh 4,92%.
Padahal, banyak kalangan meyakini perekonomian bakal tumbuh di kisaran 5%.
Angka itu melanjutkan tingkat pertumbuhan 5,04% yang ditorehkan pada triwulan IV 2015.
Itu artinya pertumbuhan ekonomi kita meleset, bukannya melesat, dari prediksi.
Beberapa persoalan dituding menjadi biang kerok perlambatan, mulai suku bunga kredit yang masih tinggi, pergeseran masa panen padi akibat kekeringan, hingga pertumbuhan ekspor yang mandek.
Namun, ada satu yang patut digarisbawahi dan menjadi peringatan bagi pemerintah.
Persoalan klasik rendahnya serapan belanja pemerintah lagi-lagi menjadi ganjalan pertumbuhan ekonomi.
Memang, jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun lalu, ada sedikit kenaikan laju pertumbuhan ekonomi.
Nilai konsumsi pemerintah sebagai salah satu komponen pembentuk pertumbuhan naik sekitar Rp20 triliun, menjadi Rp200,3 triliun.
Namun, bila dibandingkan dengan triwulan IV 2015, angka konsumsi pemerintah pada tiga bulan pertama tahun ini jauh lebih rendah, dengan selisih mencapai Rp198,1 triliun.
Masalah serapan belanja yang amat lambat di awal tahun hingga harus dikebut ugal-ugalan pada akhir tahun sampai kini belum terpecahkan.
Dalam perekonomian Indonesia, pemerintah dapat diibaratkan sebagai instruktur senam aerobik.
Gerak yang lambat dalam mengeksekusi belanja pemerintah direspons dengan penundaan investasi di sektor riil. Pengusaha juga cenderung menahan diri dalam menambah barang modal.
Keadaan tersebut tergambar dari survei indeks tendensi bisnis yang dipublikasikan BPS.
Pada triwulan I tahun ini, pelaku bisnis lebih pesimistis ketimbang triwulan sebelumnya.
Sesuai dengan irama tradisi penyerapan belanja pemerintah, para pelaku bisnis menyatakan lebih optimistis memandang kondisi bisnis di triwulan II yang berakhir pada Juni mendatang.
Sebaliknya, secara umum, konsumen cukup optimistis terhadap kondisi perekonomian mereka di triwulan I 2016.
Optimisme tersebut tidak pelak dipengaruhi perkembangan ekonomi nasional menjelang akhir tahun.
Gerak pembangunan yang terlihat lebih pesat menjadi katalisnya.
Itu pula yang membuat para ekonom cukup kompak memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan I akan bertahan di angka 5%.
Kenyataannya, irama pembangunan menjelang tutup tahun tidak dapat dipertahankan di awal-awal tahun ini.
Tentu, jika hanya mengandalkan optimisme, roda penggerak ekonomi tidak akan bisa terpacu.
Perlu aksi dorong yang benar-benar nyata.
Presiden Joko Widodo harus mengakui jargon 'kerja, kerja, kerja' belum tampak realisasinya dalam memperbaiki pola serapan belanja pemerintah.
Sindiran dan teguran Presiden boleh dibilang hanya dianggap angin lalu oleh kementerian/lembaga yang lambat bekerja.
Jika itu terus berlangsung, derap pembangunan tidak cukup cepat untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
Pemerataan kesejahteraan ekonomi juga dipastikan bakal berjalan lambat. Cita-cita Indonesia menjadi negara maju tetap akan jadi bunga tidur.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved