Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBUAT miris, tetapi seperti inilah faktanya.
Di negeri ini apa pun bisa dicari celah untuk korupsi.
Nyaris tak ada secuil pun bidang yang lolos dari praktik korupsi.
Pajak dikorup, putusan pengadilan dikorup, pemilihan pejabat publik (fit and proper test) dikorup, penyelenggaraan haji dikorup, bahkan sampai pengadaan Alquran pun ditilap.
Makin membuat miris lagi ketika gurita rasywah itu juga membelit proses penyusunan regulasi.
Kasus teranyar yang terkuak di Ibu Kota dengan melibatkan anggota DPRD DKI Jakarta dan pengusaha kian mengonfirmasikan hal itu.
Rakyat lagi-lagi mesti geleng-geleng kepala karena disuguhi tontonan tak lucu ketika Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi tertangkap tangan KPK seusai menerima uang suap terkait dengan pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKI 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.
Tak berselang lama, Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK terkait dengan kasus yang sama.
Dalam kasus ini korupsi tampil dengan wajah perselingkuhan antara legislator dan pengusaha.
Mereka berkongkalikong, satu demi uang, satu lagi demi produk regulasi yang diharapkan berpihak pada kepentingan pengusaha.
Bila dalam pembahasannya saja sudah transaksional, ditingkahi dengan aksi sogok-menyogok, bagaimana kita bisa berharap produk regulasi hasil perselingkuhan itu tak beraroma busuk?
Regulasi yang dihasilkan dari praktik-praktik lancung semacam itu juga amat mungkin bermasalah dan rawan diperkarakan.
Lebih dari itu, aturan yang diterbitkan lewat proses yang tak pantas tentu akan condong menomorsatukan kepentingan segelintir kelompok, bukan berpihak kepada rakyat.
Kini publik berharap ketegasan KPK untuk mengusut kasus ini seterang-terangnya.
Karena menyangkut legislasi, patut diduga dalam perkara ini Sanusi tidak bekerja sendiri.
Secara logika, ia tidak akan mungkin bisa mengarahkan sebuah aturan bila ia bekerja seorang diri.
Amat mungkin perselingkuhan itu melibatkan lebih banyak pihak.
Dalam bahasa KPK, korupsi legislasi merupakan grand corruption, korupsi besar.
Karena itu, KPK mesti memperlebar bidikan atau ruang tembak.
KPK telah menengarai ada beberapa kolega Sanusi anggota DPRD DKI lain yang diduga ikut pula menikmati rasywah.
Bila hanya fokus kepada Sanusi dan Ariesman, boleh jadi itu malah memberi ruang bagi pihak lain yang terlibat untuk bersih-bersih diri dan menyiapkan balasan amunisi.
Kita curiga korupsi dalam penyusunan legislasi terjadi bukan hanya dalam raperda, melainkan juga undang-undang.
Kita tahu regulasi ialah perangkat hukum yang mengatur kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Betapa tidak beradabnya negara, bangsa, dan rakyat bila diatur regulasi hasil korupsi.
Karena itu, hukuman maksimal harus dijatuhkan kepada pelaku korupsi legislasi agar tak ada lagi regulasi hasil korupsi.
Rakyat tak sudi diatur regulasi yang terbit melalui praktik korupsi.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved