Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH tiga kali mangkir, mantan Ketua DPR Setya Novanto akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Agung, Kamis (4/2). Inilah titik awal yang pantang disia-siakan oleh penegak hukum untuk menghadirkan kepastian hukum dalam skandal 'papa minta saham'. Novanto bersedia datang memenuhi panggilan penyelidik Kejagung setelah tekanan publik kepadanya berkurang tajam. Sebagai orang yang tentu saja sangat paham tentang hukum, Novanto seharusnya memang patuh pada hukum dan kali ini ia mencoba taat pada hukum.
Meski kesadaran Novanto untuk mematuhi proses hukum terkait dengan kasus yang membelitnya boleh dibilang terlambat, kita tetap patut menaruh hormat. Bak pepatah ‘lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali’, kesediaan Novanto itu membuat langkah penyelidik untuk menuntaskan perkara ‘papa minta saham’ akan lebih lempeng.
Kasus itu bukanlah kasus remeh-temeh, melainkan skandal besar. Bahkan oleh Wapres Jusuf Kalla disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Republik ini karena melibatkan orang-orang besar. Dalam kasus itu, nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Kalla dicatut demi meraup saham PT Freeport Indonesia dan PLTA Urumuka, Papua. Dalam kasus itu pula, dugaan permufakatan jahat mengemuka dan Novanto termasuk yang terlibat di dalamnya.
Untuk menuntaskan kasus sebesar perkara ‘papa minta saham’, tentu butuh kemauan, tekad, dan nyali yang besar. Kita senang, Kejagung sudah memiliki dan mengedepankan syarat-syarat itu. Meski amat sulit, mereka tak surut untuk terus mengumpulkan keterangan, fakta, dan bukti. Kita juga senang, Novanto yang sebelumnya terkesan menyepelekan langkah Kejagung kini mulai menghormatinya. Novanto sejatinya memang hanya punya satu pilihan, yakni mengikuti proses itu dan bukan melawannya. Seperti halnya seluruh rakyat Indonesia, ia pasti juga ingin perkara yang telah banyak menyedot energi bangsa itu selekasnya berujung pada kepastian.
Untuk mendapatkan kepastian, hanya satu pilihan pula bagi Novanto, yaitu menghormati dan mematuhi proses hukum. Di jalur hukumlah ia bisa menempuh beragam cara hukum untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Juga, lewat jalur hukumlah ia mesti menanggung konsekuensi jika nantinya dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus permufakatan jahat 'papa minta saham'.
Kehadiran Novanto di Kejagung, kemarin, ialah awal yang bagus untuk menyelesaikan kasus itu. Novanto memang sudah dinyatakan melanggar etika tingkat sedang oleh Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, tetapi hanya di meja hukum ia bisa dinyatakan bersalah atau sebaliknya. Kehadiran Novanto menambah energi bagi penyelidik Kejagung untuk lebih cepat menuntaskan skandal 'papa minta saham'. Tak cuma Novanto, mereka juga harus segera memastikan kehadiran pengusaha minyak M Riza Chalid yang jelas-jelas menjadi pemeran utama dalam drama itu. Dari keterangan kedua orang inilah, status perkara dugaan permufakatan jahat bisa segera ditingkatkan ke penyidikan.
Melalui forum ini kita juga kembali mengingatkan agar semua pihak memberikan keleluasaan bagi Kejagung untuk menegakkan hukum. Peringatan itu perlu karena indikasi adanya upaya intervensi kian gamblang dengan dibentuknya Panitia Kerja (Panja) Freeport oleh Komisi III untuk mengawasi proses hukum kasus ‘papa minta saham’ di Kejagung.
Membiarkan tangan hukum bekerja untuk menyelesaikan masalah hukum ialah sikap yang beradab. Sebaliknya, mencampuri, menekan, dan mengintervensi hukum de¬ngan tangan-tangan politik merupakan bentuk nyata dari kebiadab¬an dalam berbangsa. Kita harus memastikan bahwa proses hukum ‘papa minta saham’ berjalan dengan keadaban.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved