Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KALAU kepentingan pribadi dan golongan sudah didewakan, jangan harap kepentingan rakyat diperhatikan. Kalau semangat membela kolega telah berada di titik kulminasi, apa pun akan dijadikan strategi meski harus menodai fungsi dan kewenangan suci.
Itulah yang terus terjadi di panggung Senayan. Amat gamblang dipertontonkan betapa sebagian anggota dewan yang terhormat kelebihan libido untuk membantu sang teman sekaligus mantan komandan, Setya Novanto. Novanto yang kini menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar dan anggota Komisi III di DPR tersandung megaskandal 'papa minta saham' berupa pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla demi meraup saham PT Freeport Indonesia dan PLTA Urumuka, Papua.
Ibarat adu silat, segala jurus mereka keluarkan. Ketika jurus yang satu tak bertaji, jurus yang lain pun dicari-cari. Begitulah, setelah tak berkutik menahan gelombang tekanan publik hingga akhirnya Novanto divonis bersalah pada sidang etika di Mahkamah Kehormatan Dewan, upaya untuk membentengi mantan Ketua DPR itu tak lantas usai.
Dari sisi etika, persoalan Novanto memang sudah selesai, tetapi dari sisi hukum, ia tengah menjadi salah satu bidikan Kejaksaan Agung dalam dugaan tindakan pemufakatan jahat. Di ranah itu pula, sebagian anggota DPR lagi-lagi menunjukkan keberpihakan kepada Novanto.
Termutakhir, keberpihakan dipertontonkan sebagian anggota Komisi III ketika menggelar rapat kerja dengan Jaksa Agung HM Prasetyo pada Selasa (19/1) dan Rabu (20/1). Mirip dengan sidang di MKD, raker itu menjungkirbalikkan akal sehat. Serupa dengan di MKD yang menjadikan saksi bak terdakwa, raker juga menjadi ajang penghakiman terhadap Prasetyo.
Atas nama pengawasan, Komisi III mencecar habis Jaksa Agung. Mereka bertubi-tubi menekan, bahkan tak malu-malu mengintervensi agar penyelidikan kasus 'papa minta saham' dihentikan. Belum puas juga, Komisi III memutuskan untuk membentuk panitia kerja atau panja terkait dengan penanganan hukum kasus Freeport di Kejagung.
Pembentukan panitia kerja memang hak DPR untuk menjalankan salah satu fungsi dewan, yakni pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Secara tersurat, tujuan pembentukan panja itu juga mulia, yaitu agar Kejagung menangani perkara 'papa minta saham' secara lebih teliti, transparan, berbasis kehati-hatian, dan proporsional.
Namun, secara tersirat, di balik rencana pembentukan panja untuk mengawal penanganan dugaan pemufakatan jahat kasus Freeport tersembunyi agenda khusus. Amat sulit disangkal, upaya tersebut sejatinya bagian dari jurus baru sebagian anggota Komisi III untuk melindungi Novanto.
Panja kasus Freeport hanyalah akal-akalan anggota dewan untuk terus menekan Kejagung. Panja kasus Freeport hanyalah tipu muslihat agar mereka tetap leluasa mengganggu proses penegakan hukum yang tengah dilakukan Kejagung terhadap Novanto.
Berulang kali dalam forum ini kita tegaskan bahwa negara memberikan beragam perangkat, fungsi, dan kewenangan kepada DPR agar mereka bisa optimal memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, berulang kali pula DPR membajak perangkat, fungsi, dan kewenangan itu demi memuaskan nafsu pribadi dan golongan.
Bila memang murni mewakili rakyat, bukankah seharusnya DPR mendukung penuh langkah Kejagung menindak orang-orang culas dalam kasus 'papa minta saham'? Bukankah lebih elok jika mereka ikut mendorong agar Novanto yang sudah dua kali mangkir bersedia memenuhi panggilan Kejagung untuk dimintai keterangan?
Tiada satu pun alasan yang bisa dijadikan pembenaran atas rencana pembentukan panja kasus Freeport oleh Komisi III. Rencana itu berlebihan, juga kebablasan. Ia tak lebih dari perwujudan pembelaan membabi buta terhadap Novanto.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved