ANGGARAN pendapatan dan belanja negara atau APBN sesungguhnya milik rakyat. Melalui mekanisme di DPR, rakyat memercayakan kepada pemerintah untuk menggunakan APBN bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Rapat Paripurna DPR, Jumat (30/10), mengesahkan RAPBN 2016 menjadi APBN 2016 dengan total anggaran Rp2.095 triliun. Itu artinya rakyat menitipkan duit sebesar itu kepada pemerintah untuk dikelola bagi setinggi-tingginya kesejahteraan rakyat.
Filosofi bahwa APBN sesungguhnya milik rakyat, bukan milik pemerintah, apalagi DPR, ialah sebuah peringatan agar negara tidak sesuka hati dan semena-mena menggunakan anggaran. Namun, pengesahan APBN 2016 masih menyisakan persoalan penyertaan modal negara untuk BUMN. Penyertaan modal buat BUMN itu dikembalikan ke komisi-komisi dan akan dibahas pada APBN Perubahan 2016.
Sebetulnya bila saja DPR menjadikan kemakmuran rakyat sebagai dasar, penyertaan modal bagi BUMN tidak terlalu menjadi persoalan. Sebagai contoh, penyertaan modal buat PLN jelas bertujuan menyejahterakan rakyat.
PLN akan menggunakan penyertaan modal itu buat memperluas elektrifikasi. Elektrifikasi sudah barang tentu akan memperbesar jumlah warga negara yang akan menikmati listrik. Elektrifikasi juga akan menghidupkan industri yang kelak akan menyerap tenaga kerja dari kalangan rakyat. Oleh karena itu, kita meminta DPR untuk memuluskan penyertaan modal buat BUMN dalam pembahasan APBN-P 2016 sejauh itu dipakai untuk kepentingan rakyat.
Persoalan lain datang dari disetujuinya anggaran untuk pembangunan gedung DPR. Banyak yang menolak pembangunan gedung DPR tersebut. Namun, apa boleh buat, anggarannya telanjur disetujui masuk di APBN 2016.
Tinggal lagi kita menuntut DPR meningkatkan kinerja penganggaran, legislasi, dan pengawasan sehingga mereka masih pantas disebut wakil rakyat yang bekerja buat rakyat. Terus terang saja, sejauh ini DPR cuma mengatasnamakan rakyat dan baru seolah-olah memperjuangkan kepentingan rakyat.
Bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, inilah untuk pertama kali mereka mengelola anggaran yang mereka susun sendiri. Sebelumnya, pemerintahan Jokowi-JK memakai anggaran yang disusun dan diajukan oleh pemerintahan terdahulu.
Dengan begitu, pemerintahan Jokowi-JK semestinya lebih optimal dalam mengelola APBN 2016. Penyerapan anggaran dari APBN 2015 yang terseok-seok tidak boleh terjadi lagi pada APBN 2016.
Pemerintah harus membuktikan asumsi makro serta mengejar target pembangunan dalam APBN 2016. Asumsi makro dan target pembangunan bisa dicapai bila pemerintah optimal menyerap anggaran.
Penyerapan anggaran akan memacu pertumbuhan ekonomi. Penyerapan anggaran yang cepat dan tepat akan membuat pemerintah sanggup membuktikan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3% dalam APBN 2016.
Pertumbuhan ekonomi berkorelasi positif dengan penyerapan tenaga kerja. Bila asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2016 bisa dibuktikan, kita boleh berharap target pengangguran 5,2% hingga 5,5% dari populasi bisa dicapai.
Penyerapan tenaga kerja pada gilirannya akan membuat kita mampu mencapai target pembangunan, yakni turunnya angka kemiskinan menjadi 9% sampai 10%, makin kecilnya liang kesenjangan ekonomi atau rasio gini menjadi 0,39, serta naiknya indeks pembangunan manusia Indonesia menjadi 70,1.
Pembuktian asumsi pertumbuhan ekonomi dan pencapaian target pembangunan menjadi ukuran paling gamblang bahwa pemerintah telah mengelola APBN 2016 untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.