OLAHRAGA mungkin adalah identitas bangsa yang paling jujur. Lewat olahraga kita bisa melihat ketangguhan fisik, mental, daya pikir, solidaritas, sampai sportivitas suatu bangsa.
Olahraga juga bisa jadi sumber energi. Prestasi olahraga akan menaikkan gengsi di mata bangsa lain, juga mendongkrak nasionalisme di Tanah Air.
Tidak mengherankan jika banyak negara serius menggarap cabang-cabang olahraga. Ini bukan saja dilakoni negara-negara kaya, melainkan juga negara berkembang bahkan banyak negara kecil.
Kemajuan ekonomi, meski ikut berpengaruh, memang jelas bukan penentu prestasi olahraga. Tekad individu dan perhatian negaralah yang membuat kejayaan olahraga itu bisa hadir.
Sayangnya, faktor yang kedua itulah yang lama dilupakan negara kita. Prestasi olahraga tidak lagi jadi perhatian para petinggi negara, tetapi hanya jadi urusan segelintir orang atau kelompok. Akibatnya, kita yang puluhan tahun lalu termasuk negara yang disegani di beberapa cabang olahraga, kini di tingkat Asia Tenggara saja terseok-seok.
Oleh karena itu, sudah saatnya menegarakan kembali olahraga kita. Pemerintah saat ini harus menunjukkan kehadirannya dalam membangkitkan prestasi di semua cabang olahraga.
Upaya Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam mengatasi kekisruhan persepakbolaan merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Kita juga mengapresiasi perusahaan yang serius mengembangkan cabang olahraga tertentu.
Namun, reformasi tidak boleh sampai berhenti di situ.Menpora juga harus memberi perhatian pada cabang olahraga lain. Ini berarti bukan hanya mengejar juara di event terdekat, melainkan juga menggarap serius pembibitan atlet.
Sekarang ini krisis atlet muda juga sudah serius melanda cabang olahraga yang semula menjadi langganan prestasi.Cabang olahraga seperti senam, angkat besi, voli pantai, dan beberapa cabang bela diri harus mengandalkan atlet-atlet yang telah melewati usia puncak.
Posisi Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 membutuhkan gerak cepat kebangkitan olahraga. Jangan sampai kita kembali hanya jadi penyedia panggung bagi kejayaan negara lain.
Lebih dari itu, kejayaan olahraga tentunya hanya bisa dihasilkan jika ia menjadi bagian hidup masyarakat. Ibarat pohon, olahraga hanya bisa membuahkan prestasi jika punya lahan subur untuk tumbuh.
Ini berarti masyarakat luas harus punya akses untuk berolahraga. Maka pemerintah provinsi, kabupaten, ataupun kota harus juga menunjukkan kehadiran mereka.
Di Jakarta, rencana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama untuk mengubah bekas lapangan golf Kemayoran menjadi lapangan-lapangan sepak bola harus jadi ditunaikan.Jangan sampai rakyat hanya digenjot untuk menjadi kaum konsumtif penghuni mal-mal.
Di samping itu, pemerintah juga jangan hanya pandai membangun, tetapi alpa dalam merawat. Sudah banyak potret fasilitas olahraga yang terbengkalai hanya dalam waktu beberapa tahun bahkan beberapa bulan seusai pembangunan.
Lokasi fasilitas olahraga yang dibangun tanpa memperhatikan akses dari pusat permukiman makin memperparah kesia-siaan itu. Fasilitas olahraga macam ini kebanyakan hanya dibangun karena adanya event olahraga dan tidak disertai pertimbangan pemanfaatan jangka panjang.
Prestasi olahraga memang tidak dapat dipetik kilat. Oleh karena itulah pembenahan harus dimulai dari sekarang.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.