KERETA tak disangsikan lagi merupakan moda transportasi massal masa depan. Negara-negara maju di dunia pasti menjadikan kereta sebagai transportasi massal yang utama.
Dalam konteks ekonomi, kereta ialah penghela gerbong perekonomian. Kereta bisa menjadi wahana untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah.
Itulah sebabnya negara ini kini menjadikan kereta sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan transportasi. Di Kalimantan, pemerintah pusat bersama sejumlah pemerintah provinsi memprogramkan pembangunan kereta trans-Kalimantan. Di Jakarta, Pemprov DKI sudah mulai membangun mass rapid transit atau MRT. Pemerintah pusat kini juga sedang mengkaji pembangunan kereta supercepat Jakarta-Bandung.
Ihwal kereta supercepat Jakarta-Bandung, hari ini tim yang dipimpin Menko Perekonomian merampungkan rekomendasi mereka. Besok, tim menyerahkan rekomendasi tersebut kepada Presiden Jokowi.
Perhatian publik saat ini tertuju pada kereta supercepat Jakarta-Bandung tersebut. Publik mewanti-wanti, apakah kereta api supercepat itu memang kita perlukan sekarang ini, dan kalau betul diperlukan, apa persyaratannya?
Pemerintah memang harus menjelaskan secara gamblang ihwal keperluan atau manfaat memiliki kereta supercepat Jakarta-Bandung. Pemerintah juga harus menjelaskan urgensi pembangunan kereta supercepat ini dalam konteks cetak biru pembangunan transportasi nasional. Jangan sampai kita memilikinya sekadar untuk pride, kebanggaan belaka.
Bila, misalnya, kereta supercepat itu akan menyerap banyak tenaga kerja baik untuk konstruksi maupun operasinya kelak, serta bisa menggerakkan industri kita, ia jelas kita perlukan. Bila ia tidak keluar dari rel cetak biru pembangunan transportasi nasional, kereta supercepat Jakarta-Bandung memang kita butuhkan.
Maslahat ekonomi itu akan tercapai bila kelak kereta api supercepat Jakarta-Bandung yang berjarak cuma 180 kilometer itu banyak peminat sehingga investasi besar yang sudah digelontorkan tidak percuma. Akan tetapi, dalam hal ini, kereta supercepat semestinya menjadi alternatif atau pilihan, bukan mematikan transportasi publik lainnya.
Bila yakin betul bahwa kereta supercepat Jakarta-Bandung sungguh-sungguh bermaslahat bagi rakyat, pemerintah mesti mensyaratkan besar anggaran dan sumbernya. Jangan sampai anggarannya diambil dari APBN. Bila menggunakan APBN, biaya pembangunan kereta supercepat Jakarta-Bandung sebesar Rp70 triliun sampai Rp80 triliun jelas akan menggerogoti APBN.
Pertimbangan tentang manfaat, besar anggaran, serta sumber anggaran akan menuntun pemerintah memutuskan apakah Jepang atau Tiongkok yang ditunjuk mengerjakan proyek kereta supercepat Jakarta-Bandung. Transportasi publik, apa pun jenisnya, mesti mengutamakan safety (keamanan), quality (kualitas), dan capacity (kapasitas).
Pemerintah perlu mempertimbangkan ketiga hal tersebut dalam memutuskan apakah Jepang atau Tiongkok sebagai pemenang dalam beauty contest proyek kereta supercepat itu. Kita berharap tim mempertimbangkan hal-hal tersebut sehingga Presiden Jokowi bisa memutuskan secara bijak.
Bila kereta supercepat Jakarta-Bandung lebih banyak mendatangkan mudarat daripada maslahat bagi rakyat, Presiden jangan ragu menundanya. Bila ia membawa lebih banyak maslahat daripada mudarat, Presiden tinggal lagi harus cermat memilih Jepang atau Tiongkok sebagai pihak yang mengerjakannya.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.