DEWAN Perwakilan Rakyat belum juga mencerminkan diri sebagai wakil rakyat. Tatkala kinerja mereka dalam memperjuangkan aspirasi rakyat masih ala kadarnya, hasrat untuk memuaskan kepentingan diri sendiri malah kian menjadi.
Entah kapan wajah DPR tak lagi buram. Faktanya sampai sekarang mereka terus mempertontonkan tabiat dan perilaku yang justru melukai perasaan dan keadilan rakyat. Mereka masih saja asyik dengan beragam proyek untuk kepentingan dewan, sementara program-program untuk rakyat banyak terabaikan.
Terakhir, DPR telah mencanangkan tujuh proyek besar, di antaranya alun-alun demokrasi, museum dan perpustakaan, dan jalan akses bagi publik ke Gedung DPR, serta visitor center. Ada pula proyek pusat kajian legislasi, ruang kerja anggota dewan dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan legislatif menjadi satu kawasan parlemen.
Ketujuh proyek itu disebut ikon parlemen di Jakarta. Sebagian dibungkus dengan tujuan mempermudah rakyat menyampaikan aspirasi, tetapi sebenarnya proyek-proyek itu bukan untuk rakyat. Proyek-proyek itu murni proyek DPR, oleh DPR, dan untuk DPR. Namun, libido DPR untuk memuaskan kepentingan diri sendiri kali ini kena batunya. Hasrat mereka agar ketujuh proyek tersebut dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (14/8), tak kesampaian.
Kita menyambut baik sikap tegas Jokowi yang tak serta-merta menuruti kemauan pimpinan DPR untuk menandatangani pembangunan prasasti tersebut. Sikap itu ialah jawaban yang pas sampai semuanya jelas, apakah ketujuh proyek tersebut memang harus direalisasikan.
Tak ada satu pun alasan yang pantas dijadikan pembenaran bahwa proyek-proyek yang dimotori Tim Implementasi Reformasi DPR pimpinan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah itu layak diteruskan. Ketika kondisi perekonomian memprihatinkan saat ini, tujuh proyek DPR dengan anggaran Rp1 triliun tersebut hanyalah bentuk pemborosan.
Pun demikian jika kita bandingkan dengan kinerja DPR, proyek itu tak patut diwujudkan. Semua tahu, kinerja dewan masih amat memprihatinkan. Selama tiga bulan pertama sejak dilantik, mereka bahkan sibuk bertikai dalam dua kubu, yakni Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.
Hingga saat ini, sifat malas bersidang juga masih akrab dengan banyak anggota dewan. Bahkan, di bidang legislasi, belum satu pun undang-undang yang dihasilkan meski mereka sudah lebih dari 10 bulan duduk di Senayan, kecuali undang-undang hasil perppu.
Dengan kinerja seperti itu, patutkah DPR mendapatkan reward dengan proyek-proyek dengan anggaran begitu besar? Setiap proyek harus dikaji dengan satu ukuran, yakni seberapa proyek itu dibutuhkan rakyat.
Urgen-tidaknya proyek pantang dipandang dari kacamata anggota dewan, tapi wajib dilihat dengan kacamata rakyat. Tak cuma tak meneken prasasti pembangunan, Presiden semestinya juga tak mencairkan biaya tujuh proyek yang anggarannya sudah masuk RAPBN 2016 itu sampai ada jaminan dan kepastian bahwa mereka maslahat untuk rakyat.
Di tengah sulitnya ekonomi, ketika kehidupan rakyat kian berat terimpit beban, harus dipastikan bahwa setiap rupiah uang negara yang keluar hanya untuk kesejahteraan rakyat. Proyek ikon parlemen sama sekali tak dirindukan rakyat. Kinerja brilian di bidang legislasi, penganggaran, dan pengawasan ialah ikon parlemen yang dirindukan rakyat.
Berita Lainnya
-
28/4/2026 05:00
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
-
27/4/2026 05:00
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
-
25/4/2026 05:00
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
-
24/4/2026 05:00
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
-
23/4/2026 05:00
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
-
22/4/2026 05:00
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
-
21/4/2026 05:00
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
-
20/4/2026 05:00
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
-
18/4/2026 05:00
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
-
17/4/2026 05:00
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
-
16/4/2026 05:00
AKSI premanisme kembali mengoyak rasa aman publik.
-
15/4/2026 05:00
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
-
14/4/2026 05:00
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
-
13/4/2026 05:00
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
-
11/4/2026 05:00
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
-
10/4/2026 05:00
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.