Bekerja Bersama Menghalau Krisis

14/8/2015 00:00
TIGA hari lagi, Republik ini genap berusia 70 tahun. Pada usia setua itu, sebuah bangsa seharusnya tinggal menikmati masa-masa bahagia. Faktanya, negeri ini masih saja dipusingkan persoalan-persoalan pelik yang membuat rumit kehidupan masyarakatnya. Harus kita katakan, ulang tahun yang semestinya identik dengan sukacita justru dinaungi suasana nestapa.

Situasi negeri ini tidak sedang bagus. Akibat perlambatan perekonomian di berbagai kawasan, perekonomian di Tanah Air pun melambat. Bahkan, dari hari ke hari, kelesuan perekonomian itu semakin menjadi. Ekonomi kita seperti belum punya kekuatan untuk bangkit. Ia terus menukik dengan pertumbuhan pada kuartal II 2015 di level 4,67%, atau merosot ketimbang kuartal I yang masih 4,71%. Rupiah pun semakin loyo.

Pukulan demi pukulan bertubi-tubi datang menghunjam sehingga rupiah kian parah. Terakhir, kebijakan pemerintah Tiongkok mendevaluasi mata uangnya, yuan, membuat rupiah terdepresiasi tajam. Padahal, pertumbuhan ekonomi ialah basis menciptakan kesejahteraan. Ketika pertumbuhan ekonomi tinggi, kesejahteraan akan semakin mudah digapai.

Pun sebaliknya, tatkala pertumbuhan melambat, kesejahteraan rakyat seperti sebuah tempat yang kian jauh untuk dicapai. Karena itu, membangkitkan kembali perekonomian ialah keniscayaan. Itulah tugas utama pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo. Mereka harus mampu menunaikan seberat apa pun rintangan yang menghadang.

Benar perekonomian kita terkait erat dengan perekonomian dunia. Namun, bukan saatnya lagi pemerintah menjadikan perlambatan perekonomian di berbagai kawasan sebagai pembenaran terus melambatnya perekonomian kita. Di situlah perlunya pemerintah hadir dengan segala kemampuan dan daya upaya untuk membangkitkan ekonomi kita.

Pemerintahan Jokowi boleh saja optimistis bahwa laju pertumbuhan ekonomi akan membaik dan di akhir tahun mencapai 5%-5,1% seperti yang ditargetkan. Hanya, optimisme mesti diikuti kegigihan. Sudah waktunya pemerintah menunjukkan kerja keras nan cerdas. Kita menyambut baik langkah Presiden Jokowi mengganti sejumlah menteri ekonomi sebagai upaya agar kinerja kabinet kian trengginas.

Namun, dalam situasi yang demikian sulit, tak akan terlalu bermakna jika cuma pemerintah yang bekerja. Seluruh bagian dari bangsa ini juga harus bersungguh-sungguh bekerja. Kalangan usaha, misalnya, pantang hanya berharap kemudahan dari pemerintah. Mereka mesti menunjukkan kreativitas dan gencar melakukan terobosan untuk menaklukkan segala kesulitan.

Tanpa kesungguhan seluruh kalangan, kita khawatir perekonomian benar-benar terjerembap di jurang krisis yang berdampak kian parah pada kehidupan rakyat. Pepatah menyebutkan lautan yang tenang tidak akan menghasilkan pelaut ulung yang tangguh. Demikian pula, bangsa ini tak akan menjadi bangsa yang hebat jika tak ditempa dalam situasi sulit. Dengan bekerja bersama, kita yakin bangsa ini bisa keluar dari situasi sulit dan menjadi bangsa yang besar dengan limpahan kesejahteraan.




Berita Lainnya