BAGI bangsa Indonesia, Idul Fitri bukanlah sekadar ritual pentig bagi umat muslim. Untuk masyarakat plural seperti di Nusantara ini, Idul Fitri serupa dengan festival besar merayakan kebersamaan.
Seusai salat Idul Fitri, tradisi saling memaafkan menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dengan festival besar tersebut. Sikap saling memaafkan itu meneguhkan pentingnya prinsip kebenaran dan rekonsiliasi dalam kehidupan berbangsa.
Bagi mereka yang kerap menggunakan konflik dan kekerasan atas nama agama, Idul Fitri menjadi momen ideal untuk mengakui kekhilafan serta memohon maaf kepada yang terluka. Permohonan maaf itu diikuti dengan mempertanggungjawabkan tindakan yang tidak terpuji tersebut di hadapan hukum.
Untuk mereka yang kerap memainkan 'nasib' anak bangsa ini di tangan mereka melalui rupa-rupa bentuk penguasaan aset dan akses ekonomi secara tidak sah dan membabi buta, Idul Fitri menjadi saat yang tepat untuk bertobat. Bentuknya, dengan menghentikan beragam kegiatan pengisapan atas kebutuhan rakyat itu untuk selama-lamanya.
Khususnya kepada mereka yang terluka, Idul Fitri mengajarkan bahwa pemberian maaf dan rekonsiliasi adalah di antara dua sifat manusia yang paling mulia, dengan tetap menjunjung tinggi penyingkapan kebenaran itu sendiri. Dengan begitu, Idul Fitri dengan sendirinya membuka ruang untuk berdamai, bersatu padu, bergotong royong mengatasi persoalan secara bersama.
Tidak bisa dimungkiri, bagi sebagian besar masyarakat, Idul Fitri 2015 kali ini dilalui dengan sejumlah kesulitan. Mulai dari harga-harga kebutuhan pokok yang terus membubung, bayang-bayang kehilangan lapangan pekerjaan yang terus menghantui, serta rasa aman yang belum sepenuhnya pulih.
Pada titik itulah, kebersamaan sesama anak bangsa merupakan keniscayaan. Karena itu, sikap mementingkan diri sendiri dan kelompok dari sebagian elite kita bukan saja tidak pantas, melainkan telah melukai semangat kebangsaan.
Masih banyak perkara penting dan genting yang mesti dibereskan. Negeri ini tengah menghadapi kelesuan ekonomi dampak dari perekonomian global, juga masih adanya kelambanan dalam merespons dan membuat kebijakan.
Kepada para politisi, kondisi seperti sekarang ini mestinya menjadi saat yang tepat untuk membantu memudahkan keadaan, bukan malah terus memproduksi kebisingan yang tidak perlu.
Dalam kehidupan berbangsa, Idul Fitri menyadarkan pemimpin dan para elite kita agar meminta maaf secara tulus kepada anak bangsa karena belum mampu mewujudkan kehidupan rakyatnya yang lebih adil dan sejahtera. Alih-alih mewujudkan misi mulia itu, tidak sedikit di antara elite kita yang justru bertindak bukan sebagai pemecah masalah, melainkan menjadi bagian dari masalah.
Maka, Idul Fitri mestinya mampu menggugah nurani para elite kita untuk mengedepankan aksi yang solutif, menjunjung tinggi integritas moral, dan, yang terpenting, menyejahterakan rakyatnya, bukan dirinya, keluarganya, juga kelompoknya. Jika itu yang terjadi, negeri ini segera terbebas dari krisis negarawan. Selamat Idul Fitri.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.