ZAKAT bisa dikatakan sebagai revolusi ekonomi tertua di muka bumi ini. Ia memupus keakuan seseorang akan hartanya. Zakat mengajarkan bahwa dalam harta kita ada hak orang lain. Itu artinya dalam zakat terkandung nilai solidaritas sosial-ekonomi. Karena itu, zakat lebih merupakan ibadah sosial.
Dalam konteks ekonomi, zakat yang disalurkan secara produktif akan memberdayakan ekonomi rakyat. Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang bisa rndikatakan sedang mengalami turbulensi, zakat bisa menjadi salah rninstrumen yang menggerakkan ekonomi.
Potensi zakat di Indonesia sesungguhnya sangat besar. Apalagi, pada Ramadan dan menjelang Idul Fitri semangat orang berzakat kian dahsyat.
Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Didin rnHafidhuddin mengatakan potensi zakat berdasarkan perhitungan 2014 rnmencapai Rp270 triliun. Sayang, realisasinya hanya Rp2,5 triliun.
Dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 14 rnTahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentangrn Pengelolaan Zakat, pengumpulan zakat dilakukan unit pengumpul zakat rnyang dibentuk Baznas.
Selain itu, pengumpulan zakat juga dilakukan lembaga amil zakat (LAZ) yang merupakan organisasi yang dibentuk masyarakat.
Kecilnya realisasi zakat di Indonesia memang dapat rnberarti banyak, yang salah satunya ialah kesadaran berzakat yang mungkinrn masih kurang. Padahal, seperti telah terbukti di beberapa negara, rntermasuk di negara tetangga Malaysia, zakat berkorelasi positif terhadaprn pengurangan angka kemiskinan.
Di Negara Bagian Selangor, misalnya, pendapatan zakatnya merupakan salah satu yang tertinggi di Malaysia. Ternyata angka kemiskinan di negara bagian itu termasuk yang terendah.
Sebaliknya, di negara bagian lain yang pencapaian rnzakatnya terbilang terendah, angka kemiskinannya menjadi salah satu yangrn tertinggi. Namun, pengumpulan zakat yang masih rendah dapat jugarn berarti banyaknya zakat yang disalurkan secara perorangan atau melalui rnpengumpul zakat yang tidak terdaftar di pemerintah. Padahal, pembagian zakat langsung oleh perorangan bisa mendatangkan petaka.
Kita masih ingat beberapa tahun lalu banyak orang tewas dan luka-luka akibat berebutan zakat di Pasuruan, Jawa Timur. Pembagian zakat oleh perseorangan umumnya dipakai penerima zakat untuk konsumsi. Sebaliknya, penyaluran zakat oleh lembaga, selain untuk kepentingan konsumtif, bertujuan kepentingan produktif.
Zakat produktif ialah zakat yang disalurkan antara rnlain untuk permodalan, beasiswa, pembangunan fasilitas pendidikan, dan rnkesehatan. Zakat produktif itulah yang memberdayakan rakyat secara sosial-ekonomi.
Oleh karena itu, Hari Zakat Nasional hari ini serta rnhari-hari menjelang Idul Fitri dan seterusnya hendaknya kita jadikan rnmomentum untuk menyetor, menghimpun, dan menyalurkan zakat kita secara rnbaik dan tepat.
Tujuannya ialah zakat bisa menjadi instrumen yang memberdayakan Indonesia secara sosial-ekonomi.
Berita Lainnya
-
28/4/2026 05:00
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
-
27/4/2026 05:00
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
-
25/4/2026 05:00
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
-
24/4/2026 05:00
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
-
23/4/2026 05:00
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
-
22/4/2026 05:00
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
-
21/4/2026 05:00
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
-
20/4/2026 05:00
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
-
18/4/2026 05:00
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
-
17/4/2026 05:00
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
-
16/4/2026 05:00
AKSI premanisme kembali mengoyak rasa aman publik.
-
15/4/2026 05:00
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
-
14/4/2026 05:00
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
-
13/4/2026 05:00
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
-
11/4/2026 05:00
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
-
10/4/2026 05:00
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.