SUSAH benar membuat koruptor dan calon koruptor di Republik ini jera. Sudah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pejabat negara diperkarakan karena kasus korupsi, tetapi 'antrean' calon tersangka korupsi tidak juga bertambah pendek.
Dari waktu ke waktu daftar pejabat pemerintah, anggota dewan, dan bahkan penegak hukum yang terjerat kasus korupsi terus saja bertambah panjang. Ia serupa tunas baru yang terus tumbuh kendati batang pohon berkali-kali dibabat.
Kasus terbaru menimpa Adriansyah, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDIP. Mantan Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dua periode itu ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menerima uang senilai 40 ribu dolar Singapura dan sejumlah pecahan rupiah.
Uang yang diterima Adriansyah dari Agung Kusnadi, penegak hukum berpangkat bripka, dan melibatkan Andrew H, seorang pengusaha. Suap itu diduga terkait dengan pemberian surat izin usaha pertambangan di Kalimantan.
KPK menyatakan Adriansyah bersama Agung digelandang setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan di Hotel Swiss Bel, Bali, Kamis (9/4) malam. Adapun Andrew dijerat di tempat terpisah di sebuah hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Kita, betapa pun kerapnya kasus itu terjadi, tetap saja terkesiap saat mendengar ada pejabat negara yang tertangkap tangan saat menerima suap.
Kita, pada mulanya, mengira pemberitaan masif terkait dengan penyelenggara negara yang tertangkap tangan menerima suap akan membuat mereka takut dan malu untuk mengulangi perbuatan serupa. Akan tetapi, ternyata perkiraan itu salah besar.
Kasus tertangkapnya Adriansyah menunjukkan bahwa efek jera berupa rasa takut dan malu bagi mereka yang akan mencoba-coba menjalankan praktik korupsi ternyata nyaris tidak pernah timbul. Kalaupun muncul, barangkali level dan intensitasnya pun dapat dipersepsikan sangat rendah.
Dalam kaitan itu, menjadi nyaris mustahil jika kita berharap kasus serupa itu dapat dihentikan dalam jangka waktu dekat. Tentu kita prihatin, bahkan sangat prihatin dengan kenyataan yang terus berlangsung tersebut. Namun, terlepas dari kondisi itu, kita sangat mengapresiasi kinerja KPK.
Kita mencatat dengan tinta tebal bahwa KPK dalam situasi yang dikatakan tengah berada pada kondisi tidak kondusif akibat berbagai kasus yang menimpa sejumlah mantan pemimpin lembaga antirasywah itu beberapa waktu lalu, ternyata tetap mampu menunjukkan komitmen dan jati diri dalam upaya pemberantasan korupsi. Karena itu, kita mendukung sekaligus mendorong agar komitmen dan jati diri KPK terus diperkuat.
Melalui operasi tangkap tangan terhadap Adriansyah, KPK menunjukkan bahwa dugaan terjadinya kriminalisasi dan pelemahan terhadap lembaga itu terbantahkan.
Kasus Adriansyah, di sisi lain, juga menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi bukanlah pekerjaan mudah. Oleh karena itu, pekerjaan besar tersebut tidak serta-merta dapat diurus sendirian oleh KPK.
Lembaga penegak hukum lain, khususnya Polri dan rnkejaksaan, harus secara bersama-sama dan bahu-membahu untuk kian proaktif memperkuat upaya memerangi korupsi.
Benar belaka bahwa perang melawan korupsi sejatinya merupakan perang yang tiada henti.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.