POLISI sedang gencar menguak perkara korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI 2014. Penyidik Polri telah menemukan dua tersangka yang rencananya diumumkan ke publik pekan depan.
Tentu saja Polri selama ini telah turut serta membongkar berbagai perkara korupsi. Namun, upaya Polri menguak dugaan korupsi APBD DKI ini punya arti lebih di tengah anggapan bahwa terjadi pelemahan pemberantasan korupsi. Upaya Polri itu bisa dikatakan justru hendak membuktikan bahwa pemberantasan korupsi tetap berjalan, tidak lemah.
Oleh karena itu, kita semestinya menyambut positif kehadiran kembali Polri di medan perang melawan korupsi. Sebelumnya Kejaksaan Agung juga semakin giat memberantas korupsi melalui pembentukan satuan tugas khusus. Lengkaplah kini negara ini memiliki trio pemberangus korupsi, yakni KPK, Polri, dan Kejaksaan.
Perang melawan korupsi memang merupakan perang bersama seluruh komponen bangsa. Dalam perang ini, penegak hukum, yaitu Polri, KPK, dan Polri, sudah selayaknya bersama berada di baris terdepan.
Lebih dari itu, kini terjadi distribusi kekuasaan hukum dalam pemberantasan korupsi. Ini sangat positif bagi perjalanan penegakan hukum bangsa ini.
Kita tahu, kekuasaan dalam berbagai bentuknya, termasuk kekuasaan hukum, harus terdistribusi, pantang dimonopoli. Bila kekuasaan hukum dimonopoli satu institusi, penegakan hukum memang tampak garang, tetapi cenderung sewenang-wenang.
Kekuasaan hukum yang terpusat hanya menghasilkan absolutisme. Bila dikatakan kekuasaan cenderung korup, kekuasaan hukum absolut cenderung korup absolut pula.
Dengan tersebarnya kekuasaan hukum pemberantasan korupsi pada KPK, Polri, dan Kejaksaan, kita berharap perang melawan korupsi semakin garang, tetapi tidak sewenang-wenang. Karena pemberantasan korupsi dilakukan bersama-sama di antara penegak hukum, kita boleh berharap suatu ketika korupsi enyah dari negeri ini.
Bagi Polri sendiri, inilah momentum untuk memperlihatkan kepada semesta rakyat bahwa korps Bhayangkara sanggup menegakkan hukum terhadap korupsi di negara ini. Inilah.momentum bagi Polri untuk menanggalkan stigma negatif yang selama ini dilekatkan kepadanya bahwa Polri institusi paling korup.
Itu artinya Polri harus mereformasi diri dan meningkatkan profesionalismenya.
Sudah terlalu sering dikatakan bahwa tidaklah mungkin kita membersihkan lantai dengan sapu kotor.
Di sisi lain, publik harus mulai berpikiran positif, tidak terus-menerus menyematkan stigma negatif kepada Polri. Boleh jadi yang membuat Polri dipersepsi berwajah buruk sesungguhnya stigma negatif itu, bukan perilaku Polri sendiri.
Dalam psikologi dan kriminologi berlaku teori labelling atau teori pelabelan. Label atau stigma bisa menentukan perilaku seseorang. Teori ini antara lain menyebutkan semua orang pada dasarnya baik, tetapi sebutan atau pelebelan kepada seseorang bahwa ia jahat justru yang membentuk orang tersebut betul-betul berbuat jahat.
Oleh karena itu, kita mesti berpikiran positif dan memercayakan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi kepada Polri, KPK, maupun kejaksaan. Tentu saja dengan tetap bersikap kritis kepada ketiga institusi bila mereka keluar dari koridor hukum.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.