JAKARTA kian terkenal ke seantero dunia. Sayangnya, ketenaran yang menyebar berkonotasi negatif bahwa ibu kota Indonesia itu merupakan kota paling macet sejagat.
Adalah Castrol Magnatec Stop-Start Index yang mengukuhkan Jakarta sebagai kampiun kemacetan. Melalui kriteria jumlah rata-rata yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti dan kembali berjalan, Jakarta menjadi pemuncak dengan 33.240 stop start per tahun.
Tak cuma Jakarta, Surabaya juga bertengger di peringkat atas daftar kota dengan kemacetan terparah. Kota terbesar kedua di Indonesia itu bercokol di urutan empat di bawah Istanbul, Turki, dan Mexico City, Meksiko.
Hasil survei tersebut ialah penegasan betapa kemacetan telah menjadi persoalan paling pelik di Jakarta dan juga di Surabaya. Lengkap sudah pengakuan publik atas kesengkarutan lalu lintas di dua kota terbesar di Tanah Air itu.
Selama ini kemacetan di Jakarta dan Surabaya hanya diketahui dan dirasakan publik di Tanah Air, tapi kini publik dunia pun menjadi paham. Fakta itu jelas bukanlah kabar yang menggembirakan. Justru sebaliknya, fakta itu merupakan promosi buruk, sangat buruk, di mata internasional.
Bukan rahasia lagi, kemacetan merupakan masalah klasik, sudah terjadi sangat lama, tetapi tak juga mendapatkan penyelesaian. Kemacetan di Jakarta malah semakin parah dan kian mengerikan. Hampir seluruh ruas jalan di Ibu Kota, khususnya pada pagi dan sore, bahkan hingga malam hari, berubah wajah menjadi arena parkir raksasa.
Tak cuma memproduksi penderitaan bagi para pengguna jalan, kemacetan juga menyebabkan kerugian materi teramat besar. Di Jakarta, misalnya, diperkirakan Rp35 triliun terbuang percuma di jalanan akibat kemacetan.
Semua paham, kemacetan di Jakarta dan Surabaya terjadi lantaran ruas jalan tak sebanding dengan jumlah kendaraan. Semua juga paham, untuk mengurangi kendaraan di jalan, solusi paling tepat ialah menyediakan transportasi publik yang aman dan nyaman.
Benar bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah banyak berupaya. Meski sangat terlambat, pembangunan mass rapid transit sudah dimulai. Namun, semua upaya itu jauh dari cukup. Penanganan kemacetan tak bisa secara parsial, tetapi harus komprehensif dari hulu ke hilir.
Pemerintah pusat pun mesti menunjukkan peran, umpamanya dengan tak lagi mengobral kemudahan orang membeli mobil. Bukan malah sebaliknya menggelontorkan kebijakan mobil murah yang justru akan menyesaki jalan di kota-kota besar.
Kota yang maju bukanlah kota yang penduduk miskinnya mampu membeli mobil pribadi, melainkan kota yang penduduk kayanya mau menggunakan transportasi publik.
Berita Lainnya
-
28/4/2026 05:00
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
-
27/4/2026 05:00
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
-
25/4/2026 05:00
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
-
24/4/2026 05:00
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
-
23/4/2026 05:00
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
-
22/4/2026 05:00
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
-
21/4/2026 05:00
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
-
20/4/2026 05:00
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
-
18/4/2026 05:00
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
-
17/4/2026 05:00
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
-
16/4/2026 05:00
AKSI premanisme kembali mengoyak rasa aman publik.
-
15/4/2026 05:00
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
-
14/4/2026 05:00
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
-
13/4/2026 05:00
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
-
11/4/2026 05:00
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
-
10/4/2026 05:00
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.