NEGERI ini boleh saja sedang menuju kondisi darurat listrik. Ancaman krisis listrik mungkin tinggal menunggu waktu. Pada saatnya nanti bisa saja seluruh Nusantara gelap permanen karena kondisi itu.
Namun, ironisnya, pemerintah seperti masih belum mau keluar dari tempurung. Sejauh ini, langkah-langkah yang diambil sebagai antisipasi ancaman krisis itu sangat biasa-biasa, miskin terobosan, minim keberanian.
Padahal, angka ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan listrik di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini kapasitas listrik terpasang hanya sekitar 47 gigawatt, padahal kebutuhan listrik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 115 gigawatt.
Artinya, ada defisit hampir 70 gigawatt yang mesti kita kejar dalam waktu 10 tahun ke depan. Kalau tidak, negeri ini mungkin saja kembali ke zaman kegelapan. Industri mati, ekonomi mandek, kehidupan masyarakat pun terbengkalai.
Pemerintah mestinya tak lagi terlalu kaku dan terus bertumpu pada sumber energi fosil untuk menghasilkan listrik. Politik energi bangsa ini seharusnya berorientasi jangka panjang untuk bisa lebih mengembangkan listrik dari sumber energi baru dan terbarukan. Listrik dapat dihasilkan dari tenaga air, angin, surya, panas bumi, bahan bakar nabati, hingga nuklir. Semua ada di depan mata, menunggu dimanfaatkan.
Beberapa sumber energi itu memang sudah mulai dikembangkan meskipun masih sangat minimal. Ambil contoh, dari 75 ribu megawatt potensi listrik bertenaga air, baru sekitar 6% yang terpakai. Tenaga panas bumi juga baru sekitar 4% digunakan.
Nuklir bahkan sama sekali belum dimanfaatkan. Padahal, jika melihat tingginya kebutuhan listrik yang amat berbanding terbalik dengan ketersediaannya, pemanfaatan nuklir menjadi keniscayaan. Nuklir paling mungkin dapat diandalkan untuk mengejar defisit listrik karena kemampuannya menghasilkan energi dalam jumlah besar.
Satu pembangkit bertenaga nuklir diperkirakan dapat menyuplai daya listrik 500-1.000 megawatt. Itu jauh lebih besar ketimbang daya yang bisa dihasilkan sumber energi lain. Nuklir juga relatif bersih tanpa emisi gas buang berbahaya, tidak seperti sumber energi fosil yang ampasnya berkontribusi besar merusak atmosfer.
Alasan itu pula yang membuat banyak negara sudah mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sejak lama. Saat ini terdapat tidak kurang dari 435 unit PLTN telah beroperasi di 31 negara, dan ada 72 unit yang sedang dalam proses pembangunan.
Harus diakui, masih ada anggapan di kalangan pemerintah bahwa masyarakat resisten terhadap energi nuklir. Padahal, satu survei independen tahun lalu menunjukkan lebih dari 60% masyarakat Indonesia menerima nuklir sebagai sumber energi.
Berdasarkan sejumlah studi kelayakan, di sejumlah lokasi di Tanah Air seperti di Muria, Jawa Tengah, Banten, dan Bangka sangat aman untuk dibangun PLTN. Kita pun memiliki tenaga ahli hebat di bidang nuklir.
Yang belum kita miliki, sebagaimana terungkap dalam sarasehan Peran Teknologi Nuklir yang digagas harian ini, Kamis (11/12), ialah political will dan keberanian pemerintah untuk dengan lantang mengatakan go nuclear.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.