TIDAK berlebihan bila sebagian orang menyebut negeri ini nyaris dikendalikan para mafia. Seperti sel kanker, gerak mereka amat cepat dan menyebar di hampir seluruh sendi ‘tubuh’ Republik ini.
Di wilayah politik, hukum, lingkungan, perdagangan, juga di sektor minyak dan gas, tangan-tangan mafia tak pernah lelah mencengkeram. Bahkan di sektor migas, jelujuran mafia sudah sedemikian menggurita dan menjangkau berbagai pemangku kepentingan, kadang tanpa benar-benar disadari sang pemangku kepentingan. Akibatnya, sektor migas menjadi wilayah yang tidak boleh disentuh.
Padahal, di sektor migas itulah negeri ini kini mengalami gangguan. Impor minyak kita, misalnya, dari waktu ke waktu terus membengkak hingga membuat anggaran negara berdarah-darah. Pada 2013, Indonesia mengimpor minyak senilai US$28,56 miliar, atau sekitar Rp285 triliun.
Bahkan pada 2014, negara harus merogoh dana rata-rata Rp1,7 triliun per hari untuk membayar impor minyak. Minyak yang diimpor pun berharga mahal karena tidak dibeli secara langsung dari produsen, tetapi melalui calo. Karena itu, ketika Presiden Joko Widodo bersepakat membeli minyak langsung ke Angola, publik terperanjat karena langkah tersebut memotong rantai calo. Jika itu direalisasikan, negara bisa menghemat lebih dari Rp10 triliun per tahun.
Bukan cuma itu. Gerakan memangkas biaya tinggi impor minyak dan jalan menuju kedaulatan energi akan makin cepat terealisasi bila Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dibentuk, kemarin, langsung bekerja. Tim yang dipimpin ekonom sekaligus pegiat antikorupsi Faisal Basri itu tidak memiliki waktu banyak untuk mengurai gurita mafia. Tantangan makin berat karena para mafia tak tinggal diam.
Mereka pasti menyusun strategi menyerang balik. Karena itu, sejak mula tim tersebut tidak saja dituntut memiliki mental baja dan stamina prima, tapi juga nyali yang luar biasa untuk meretas jalan mafia yang berliku bak labirin.
Cara kerja tim juga tidak boleh kalah canggih ketimbang modus mafia yang tidak selalu menggunakan cara-cara kasar.
Mereka lebih sering menyusup secara halus sehingga kerap tidak terendus. Cara itu, misalnya, menghalang-halangi pembangunan kilang minyak di Indonesia dan sekuat tenaga menghambat pengalihan subsidi bahan bakar minyak. Dalil yang digunakan seperti masuk akal.
Untuk pembangunan kilang minyak yang tertunda-tunda, alasan yang kerap muncul ialah mahalnya investasi di pembangunan infrastruktur tersebut. Untuk penolakan penaikan harga BBM bersubsidi, argumentasi yang kerap dibangun ialah langkah tersebut menyengsarakan rakyat dan terlalu tunduk kepada pasar yang liberal.
Kita tidak ingin memvonis bahwa alasan tersebut murni didesain para mafia. Tapi, terlalu naif untuk menegasikan bahwa amat mungkin tangan mafia secara halus membentuk pola pikir agar negeri ini terus berkutat dalam subsidi energi tanpa bisa mengakhiri.
Tim antimafia migas sudah dibentuk. Publik sangat berharap tim segera menunjukkan hasil agar perang melawan mafia migas tak hanya pedas di wacana, tapi terlalu manis di tindakan. Jangan sampai tangan-tangan mafia migas mencengkeram lebih lama dan lebih keras lagi sehingga ketika kita hendak melepaskan cengkeraman itu, kita justru khawatir gerak ekonomi negeri ini akan mati.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.