ENTAH sudah berapa ribu kali diungkapkan bahwa negeri ini amat rawan bencana. Sebagian besar wilayah Indonesia bertengger di atas zona patahan lempeng tektonik yang setiap saat bisa memantik gempa.
Sekitar 5 juta penduduk Indonesia hidup di wilayah rawan tsunami. Sebanyak 129 gunung berapi di sekujur Nusantara bisa meletus kapan saja. Sekurang-kurangnya 13 jenis bencana mengancam kita.
Namun, beribu-ribu kali kita diingatkan, beribu-ribu kali pula kita menganggapnya sepele dan kemudian melupakannya begitu saja. Kalaupun ingat, itu hanya terjadi kala bencana menyerang. Kita hanya ingat tanggap darurat dan rehabilitasi pascabencana. Itu pun dengan manajemen yang jauh dari disebut ideal.
Tahap penanganan bencana yang hampir senantiasa luput dari perhatian kita ialah mitigasi. Mitigasi bencana ialah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, baik terhadap jiwa manusia maupun materi.
Edukasi merupakan bagian penting mitigasi bencana. Ia menggugah kesadaran kita menggugah kesadaran kita bahwa karena kita hidup di wilayah rawan bencana, kita harus mengakrabinya, senantiasa siap menghadapinya, tetapi tak boleh menantangnya.
Namun, peristiwa tewasnya belasan warga setelah terpapar oleh debu panas erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Sabtu (1/2), memamerkan betapa kita alpa dengan mitigasi bencana. Kita berduka sedalam-dalamnya atas peristiwa itu. Namun, sekadar duka tak akan cu kup mampu mencegah peristiwa serupa berulang.
Oleh karena itu, harus kita katakan bahwa peristiwa itu terjadi sebab kita seperti hendak menantang bencana. Di satu sisi, peristiwa itu terjadi lantaran warga mengabaikan peringatan bahwa erupsi Sinabung masih mengancam untuk waktu yang lama, sekitar satu tahun menurut prediksi.
Di sisi lain, karena mitigasi mencakup edukasi, dan edukasi menjadi kewajiban negara, harus kita katakan bahwa erupsi Sinabung yang merenggut banyak nyawa membuktikan kegagalan negara dalam mitigasi bencana. Para pemangku kepentingan gagal mengedukasi dan menggugah kesadaran rakyat untuk mengurangi risiko bencana.
Kita berani bertaruh, anggaran untuk mitigasi bencana terutama di bidang edukasi sangat kecil, lebih kecil jika dibandingkan dengan anggaran tanggap darurat dan anggaran rehabilitasi pascabencana. Bila anggaran tanggap darurat dan rehabilitasi bencana diketahui jauh dari memadai, bisa kita bayangkan betapa minimnya anggaran mitigasi bencana.
Padahal, mitigasi bencana merupakan hulu penanganan bencana. Bila mitigasi bencana beres, tanggap darurat dan pemulihan bakal beres pula.
Kita malu luar biasa menyaksikan rakyat Jepang yang begitu sigap dan tertib menghadapi gempa dan tsunami pada Maret 2011. Korban bisa diminimalkan, pemulihan pun cepat terealisasi. Itu semua membuktikan `Negeri Sakura' itu beres mitigasi bencananya.
Bahkan tak perlu belajar jauh kepada Jepang. Kita sesungguhnya bisa belajar dari kearifan lokal Nusantara.
Kearifan lokal dalam berbagai implementasinya mengajari kita mengakrabi alam bahkan ketika alam sedang murka sekalipun.
Peristiwa Sinabung semestinya menjadi peringatan terakhir bagi bangsa ini untuk melawan lupa bahwa mitigasi teramat penting bagi negeri rawan bencana seperti Indonesia. Bila tidak, bencana-bencana berikutnya dengan risiko masif bakal hadir silih berganti untuk mengingatkan bangsa ini lagi dan lagi.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.