BANJIR dan kemacetan lalu lintas menjadi tali-temali persoalan di Ibu Kota yang semakin melelahkan dan menyesakkan warganya. Setiap kali banjir datang, setiap itu pula seluruh warga Ibu Kota terjebak dalam kemacetan masif yang berkepanjangan.
Fenomena yang sudah menjadi klasik itu, ironisnya, belum juga berhasil diatasi. Hujan yang turun sejak Selasa (28/1) malam hingga Rabu dini hari kemarin membuat sebagian wilayah Ibu Kota tergenang. Ribuan warga Jakarta mengungsi karena rumah-rumah mereka kembali terendam.
Bukan hanya itu, akibat banjir, beberapa titik jalan protokol dan jalan bebas hambatan pun tergenang air. Dampaknya, arus lalu lintas terhalang genangan air dan kemacetan panjang pun timbul di mana-mana.
Kemacetan masif itu pada giliran berikutnya menghasilkan penundaan dan bahkan pembatalan berbagai aktivitas kehidupan di Ibu Kota yang menimbulkan kerugian tidak ternilai. Ia mengakibatkan perlambatan pertumbuhan dan bahkan kontraksi ekonomi.
Banjir dan kemacetan memang telah menjadi lingkaran setan persoalan di Jakarta yang berdampak sangat besar terhadap seluruh aspek kehidupan. Yang menyedihkan, tidak ada yang bisa menjawab sampai kapan Jakarta bisa keluar dari lingkaran persoalan yang telah menjerat sejak berpuluh-puluh tahun itu.
Benar, bahwa kita tidak sedang berada dalam kondisi yang sama sekali tanpa harapan untuk mengatasi persoalan itu. Beberapa program yang masih direncanakan dan tengah dijalankan oleh Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama dalam beberapa hal dapat memberikan gambaran bahwa suatu saat Jakarta bisa melakukannya.
Pembuatan waduk baru di Ciawi dan Sukamahi, revitalisasi Waduk Puit dan Waduk Ria-Rio, normalisasi sungai, pemberdayaan transportasi massal, dan berbagai program lainnya ibarat 'seberkas cahaya di terowongan gelap'.
Namun, tidak ada yang bisa menjamin progam itu akan mampu menuntaskan seluruh persoalan Jakarta, khususnya banjir dan kemacetan masif. Apalagi proyek-proyek tersebut baru akan selesai dalam beberapa tahun mendatang, itu pun bila prosesnya lancar.
Berbagai hambatan klasik seperti alotnya proses pembebasan lahan biasanya selalu hadir. Belum lagi jika warga Jakarta tidak mendukung, misalnya tetap memelihara dan bahkan menyuburkan perilaku membuang sampah semena-mena di sungai, menutup saluran drainase, berlalu lintas tanpa etika, dan tidak membangun dan merawat daerah terbuka hijau di lingkungan masing-masing.
Di sisi lain, perencanaan dan pembangunan jalan dan saluran air amat buruk sehingga hujan sekejap saja bisa menciptakan genangan di mana-mana. Juga, pengawasan dan penegakan hukum terhadap warga atau aparat yang berperilaku buruk dan melanggar aturan amat lemah.
Lingkaran setan persoalan lama Jakarta itu harus diputus. Caranya, seluruh komponen harus mendukung, mulai pemerintah pusat, Pemprov DKI, hingga seluruh warga, termasuk pemda di sekitar Ibu Kota. Bila tidak, kita hanya akan menjadi setan yang melingkar-lingkar tanpa pernah keluar dari persoalan yang mematikan.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.