Merawat Dukungan Rakyat

15/10/2014 00:00
PEMILIHAN umum presiden dan wakil presiden bakal memasuki episode pamungkas pada 20 Oktober mendatang. Saat itulah presiden dan wakil presiden pilihan rakyat, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dilantik sebagai pemimpin rakyat untuk melayani rakyat selama lima tahun ke depan.

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat ialah sebuah keharusan sebelum presiden dan wapres sah menduduki kursi RI-1 dan RI-2. Itulah yang secara rutin dilakukan setiap lima tahun tatkala pucuk pimpinan negeri ini silih berganti.

Namun, ada yang berbeda dalam peralihan tongkat estafet kepemimpinan bangsa dari Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono ke Jokowi-JK. Berbeda lantaran baru kali ini partisipasi rakyat begitu mencuat. Juga berbeda karena rakyat tak ingin lagi menjadi objek, tetapi teguh memosisikan diri sebagai subjek dalam pergantian kekuasaan.

Dukungan terhadap Jokowi-JK dalam rivalitas melawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa begitu total dan masif, dan dukungan itu bukan akhir dari keterlibatan rakyat. Dukungan terus mereka perlihatkan ketika sang idola menapaki tahapan akhir nanti sebelum resmi menjadi presiden dan wapres. Bagi rakyat, pelantikan Jokowi-JK ialah pengukuhan atas kemenangan rakyat.

Tak berlebihan jika mereka kemudian ingin merayakannya dengan pesta rakyat. Kelompok-kelompok relawan sudah jauh-jauh hari menggagas beragam hajatan untuk mengiringi pelantikan Jokowi-JK sebagai refleksi atas sukacita dan perwujudan rasa syukur. Setelah pelantikan presiden di Gedung MPR, misalnya, massa akan mengarak Jokowi-JK ke istana.

Lazimnya sebuah pesta, relawan juga menyediakan berbagai jenis makanan di sepanjang Jl Sudirman-MH Thamrin untuk dinikmati rakyat secara cuma-cuma alias gratis. Untuk lebih menyemarakkan pesta, akan digelar pula konser musik dan kesenian lainnya di Monas.

Sama seperti ketika memberikan dukungan terhadap Jokowi-JK dalam Konser Salam Dua Jari tempo hari, rakyat pun rela merogoh kocek sendiri demi menggelar pesta kali ini. Itulah pesta dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Inilah wujud nyata partisipasi rakyat dalam demokrasi. Harus kita katakan, baru kali ini dukungan rakyat terhadap pemimpinnya sangat luar biasa. Baru kali ini pemimpin Republik ini lahir dari kepedulian yang teramat besar dari rakyat.

Bagi Jokowi-JK, dukungan dan kepedulian rakyat itu bisa dimaknai sebagai modal berharga untuk menjalankan pemerintahan dan memperkukuh posisi mereka nanti.  Namun, ia juga mesti dipandang sebagai amanah yang harus ditunaikan yang hasilnya harus dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk kesejahteraan.

Dukungan yang begitu besar ialah wujud dari besarnya ekspektasi rakyat akan hadirnya perubahan. Rakyat sudah telanjur menyandarkan harapan akan terciptanya tata kehidupan bangsa yang lebih baik sehingga tak ada secuil pun alasan bagi Jokowi-JK melupakan harapan itu.

Kita mengapresiasi rakyat yang masih setia mengawal Jokowi-JK dan sikap seperti itu kita harapkan berlanjut, tak surut sedikit pun, ketika Jokowi-JK menakhodai negeri ini. Untuk Jokowi-JK, kita perlu mengingatkan, dukungan rakyat bukanlah dukungan cuma-cuma.

Rakyat mendukung dan peduli karena Anda berdua diyakini mampu memperbaiki hidup rakyat. Rawatlah dukungan rakyat yang tak cuma-cuma itu agar ia tak menjadi percuma. Jangan pernah terlintas dalam pikiran untuk mengecewakan mereka.






Berita Lainnya