Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN presiden (pilpres) baru akan dihelat serentak dengan pemilihan umum legislatif pada 28 Februari 2024. Artinya, masih sekitar tiga tahun lagi pergelaran demokrasi itu berlangsung, tetapi ia sudah mengerat energi. Fokus bangsa yang semestinya tercurah pada penanganan pandemi covid-19 pun mau tak mau terbelah.
Aroma pilpres mulai menguat, baik di jagat media sosial maupun di dunia nyata. Di medsos, rivalitas antarmasyarakat mulai terasa seiring dengan munculnya figur-figur calon presiden. Pendukung tokoh yang satu terlibat perseteruan sengit dengan suporter tokoh yang lain. Padahal, kepastian siapa yang bakal menjadi capres masih jauh, sangat jauh.
Di dunia nyata, aroma pilpres juga mulai terasa. Ia tak hanya ditunjukkan oleh sekelompok relawan yang terang-terangan membentuk gerakan untuk mendukung tokoh tertentu, tapi juga diperlihatkan beberapa pejabat dan kepala daerah yang dinilai potensial menjadi capres.
Tentu, mereka tidak bermanuver secara terang-terangan. Mereka bergerak samar-samar. Tidak cuma melalui beragam kegiatan politik dengan insan politik, mereka juga tebar pesona di dunia maya.
Salahkah tindakan mereka? Tentu tidak. Berpolitik ialah hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Memberikan dukungan politik seperti yang dilakukan pendukung sama benarnya dengan upaya calon mencari dukungan politik.
Kelirukah tindakan mereka? Yang pasti tak elok, juga tidak tepat. Orang bijak biasa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Saat ini negara masih supersibuk berperang melawan wabah korona yang butuh 1.000% tenaga dan pikiran. Karena itu, tidaklah bijak jika kita sudah sibuk mengurusi pilpres.
Lebih tidak bijak lagi jika perilaku itu dilakukan oleh pejabat publik, termasuk kepala daerah. Energi mereka seluruhnya dibutuhkan masyarakat untuk menangani pandemi. Ia tidak boleh dibagi-bagi, apalagi demi hasrat pribadi untuk terjun ke pilpres nanti.
Kita wajib mengingatkan bahwa ekspansi korona masih mengerikan. Ada sinyal kuat bahwa penularan yang sempat melandai akan terus meninggi. Kekhawatiran bahwa wabah korona bakal menggila lagi pascalibur Lebaran pun semakin nyata.
Di sejumlah daerah di Jawa Tengah, terutama di Kudus, kasus positif covid-19 kian tak terkendali. Ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di sana semakin menipis, nyaris penuh. Dikhawatirkan, daerah-daerah sekitar Kudus akan mengalami hal serupa jika tidak ada upaya luar biasa untuk mencegahnya.
Situasi itu jelas tak bisa dihadapi dengan separo energi. Kejadian ini ialah penegasan bahwa kepala daerah minim antisipasi. Bukankah sudah jauh-jauh hari ada peringatan bahwa libur Lebaran akan mendongkrak penularan covid-19?
Kecepatan dan kesigapan perlu pula dipertanyakan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun semestinya turun tangan tanpa perlu menunggu permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membantu Kudus. Bukankah sudah beberapa pekan pandemi mencengkeram Kudus?
Tidak hanya di Jawa Tengah, situasi di Jawa Barat dan DKI Jakarta juga pantang dihadapi dengan tiga perempat, setengah, apalagi seperempat kemauan dan kemampuan. Ketiga daerah belakangan konsisten masuk tiga besar sebagai penyumbang terbesar kasus positif covid-19.
Mengatasi pandemi dengan energi maksimal saja belum tentu dapat membuahkan hasil optimal dalam waktu cepat, apalagi jika energi itu dibelah-belah. Kepada para pejabat dan kepala daerah, tahan dulu ambisi dan kepentingan pribadi apa pun. Curahkan sepenuhnya segenap daya dan upaya untuk membebaskan rakyat dari penderitaan akibat korona.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved