Menggelorakan Spirit People Power

04/10/2014 00:00
ALANGKAH hebatnya DPR baru kita. Tak perlu banyak waktu bagi mereka untuk bisa mengobrak-abrik kepercayaan rakyat. Tidak juga butuh waktu yang panjang bagi mereka untuk meluluhlantakkan amanat mulia dari rakyat demi memenangkan kepentingan kelompok mereka sendiri.

Kelakuan anggota parlemen yang baru memang tak cuma membuat malu rakyat yang mereka wakili. Lebih dari itu, mereka telah dengan 'sukses' mengirimkan sinyal buruk terhadap pergerakan sektor-sektor vital di negeri ini.

Hal itu terbukti dari respons pasar sektor finansial yang langsung bereaksi negatif ketika pertarungan perebutan kekuasaan antara pemenang pemilu dan koalisi oposisi sudah dimulai di hari pertama mereka bekerja. Pasar bereaksi keras karena khawatir dinamika politik di Senayan justru akan melemahkan pemerintahan yang berkuasa.

Jika itu yang terjadi, program-program pemerintah, sekalipun yang prorakyat, akan tersandera oleh nafsu balas dendam dan keserakahan oposisi. Ibarat pelanduk yang mati terjepit dua gajah yang bertarung, ekonomi pun tak dapat bergerak karena terjepit kepentingan dua kubu.

Sinyal tersebut kian memburuk ketika pimpinan DPR tidak hanya dihasilkan melalui cara-cara yang jauh dari kaidah demokrasi, tapi juga diisi oleh orang-orang yang digelayuti masalah hukum terutama korupsi. Publik khawatir ini merupakan sinyal bahwa parlemen periode 2014-2019 semakin tak punya kemauan kuat untuk mendukung pemberantasan korupsi.

Sulit untuk tidak mengaitkan hal itu dengan pengesahan Undang-Undang No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau UU MD3 yang salah satu isinya sangat membuka celah untuk dijadikan sebagai alat melindungi anggota DPR yang terindikasi korup.

Selain Ketua DPR Setya Novanto yang beberapa kali berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sejak 2011 juga getol menyuarakan pelemahan, bahkan pembubaran KPK.

Ada paradoks amat ekstrem. Ketika rakyat menginginkan korupsi dibabat habis, wakil mereka justru dipimpin oleh orang-orang yang menginginkan lembaga antirasywah diamputasi. Rakyat yang telah jatuh ke lubang kemiskinan oleh maraknya kejahatan korupsi bukan tidak mungkin bakal terjebak lagi dalam lubang yang lebih dalam karena nasib mereka diserahkan kepada sejumlah wakil rakyat yang tak mendukung penuh pemberantasan korupsi.

Sudah cukup rakyat dibodohi. Rakyat semestinya menjadikan momentum pelantikan anggota DPR baru beserta paket pimpinannya sebagai sumber energi baru mengapitalisasikan kekuatan. Masyarakat prodemokrasi mesti memantapkan konsolidasi dan bergerak bersama untuk mengawasi dan memberi tekanan kepada parlemen.

Spirit people power yang di masa pemilihan presiden begitu dahsyat harus digelorakan kembali untuk membendung syahwat-syahwat tak terkendali dari sebagian politikus yang ingin membajak demokrasi. Sejarah membuktikan kekuatan rakyat tiada banding, tiada tanding. Spirit people power yang di masa pilpres begitu dahsyat harus digelorakan kembali untuk membendung mereka yang ingin membajak demokrasi.


Berita Lainnya