Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menyerukan untuk lebih mencintai produk dalam negeri dan membenci produk asing. Seruan Presiden itu sangat serius sehingga disampaikan dua hari berturut-turut.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Perdagangan, Kamis (4/3), Presiden meminta Kementerian Perdagangan menyiapkan kebijakan dan strategi untuk mengembangkan pasar bagi produk dalam negeri. Salah satunya strategi untuk mendorong masyarakat agar lebih mencintai dan mendukung produk-produk dalam negeri, sekaligus menyerukan untuk membenci produk-produk asing.
Presiden kembali mengeluarkan seruan serupa pada Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia pada Jumat (5/3). Kata Presiden, jika lebih banyak masyarakat yang memilih produk dalam negeri ketimbang produk asing, kinerja industri yang sempat lesu akibat pandemi bisa terdongkrak.
Seruan Presiden tepat momentum. Pada saat industri tertatih-tatih akibat pandemi, harus ada gerakan yang masif untuk mencintai produk dalam negeri. Mencintai produk dalam negeri ialah bentuk nyata mencintai Indonesia.
Terus terang, selama ini, seringkali produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk impor. Padahal, dari segi kualitas, barang-barang buatan anak bangsa tidak kalah baik. Mencintai produk sendiri harus dijadikan gerakan nasional.
Gerakan mencintai produk dalam negeri itulah yang menjadi roh Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri alias Tim Nasional P3DN.
Salah satu tugas Tim Nasional P3DN ialah melakukan promosi dan sosialisasi mengenai penggunaan produksi dalam negeri, mendorong pendidikan sejak dini mengenai kecintaan, kebanggaan, dan kegemaran menggunakan produksi dalam negeri, serta memberikan akses informasi produksi dalam negeri.
Sayangnya, sepak terjang Tim Nasional P3DN nyaris tak terdengar gaungnya. Ia tertidur lelap dalam gegap gempita aliran masuk barang asing. Mestinya, jika tim itu bekerja efektif, tidak perlu sampai Presiden mengeluarkan seruan yang bisa ditafsirkan macam-macam di era globalisasi saat ini. Yang pasti, Indonesia tidak menganut paham proteksionisme dalam ekonomi.
Di saat produk dari mancanegara bebas mengalir tanpa hambatan tarif, maka sekat rasional yang tidak mudah dituding sebagai pelanggaran tata krama bisnis global. Sekat itu bernama fanatisme untuk mencintai produk dalam negeri.
Barang asing boleh saja mengalir masuk tanpa hambatan. Namun, bila masyarakat Indonesia tidak mau membeli karena lebih mencintai produksi dalam negeri, tidak ada negara mana pun yang mempersalahkan kita dengan dalih apa pun.
Pemerintah mestinya memelopori mencintai produk dalam negeri. Proyek-proyek yang akan dilaksanakan dalam pengadaan barang/jasa mestinya lebih banyak menggunakan bahan dan jasa dari dalam negeri. Konsekuensinya, penilaian penawaran peserta pengadaan barang/jasa tidak hanya dari segi teknis dan harga, tapi juga dari tingkat komponen dalam negeri. Jangan ada lagi proyek pemerintah yang dijalankan dengan bertumpu pada barang impor.
Tidak kalah pentingnya ialah terus-menerus melakukan edukasi untuk mengubah mindset atau pola pikir bahwa produk luar negeri lebih berkualitas. Buang ke laut saja pola konsumsi yang berpatokan pada merek atau brand asing terkenal.
Indonesia ialah bangsa yang besar, dengan 270 juta penduduk dan berdaya beli yang tinggi, itu berpotensi mendongrak perekonomian. Sayang kalau pasar itu dikuasai bangsa lain. Ingat, bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai karyanya.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved