Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKANNYA mereda, virus korona yang telah 10 bulan menyerang Indonesia sejak Maret lalu justru semakin menggila. Alih-alih melandai, jumlah kasus positif covid-19 malah kian meninggi, sampai-sampai rumah sakit kewalahan menangani.
Jumlah penderita virus menular dan mematikan yang terus melonjak itu membuat ruang isolasi rumah sakit di beberapa daerah hampir atau telah penuh.
Tingkat okupansi pun mendekati maksimal sehingga rumah sakit terpaksa merombak ruanganruangan lain untuk dijadikan instalasi gawat darurat tambahan.
Pemerintah daerah tak kalah repot. Mereka di paksa memutar otak untuk mengatasi persoalan akibat terus bertambahnya pasien covid-19 dengan menyulap fasilitas umum menjadi rumah sakit darurat.
Harus kita katakan, apa yang terjadi sekarang sangat mengkhawatirkan. Jika tidak ada langkah ekstrem untuk mengendalikannya, penambahan jumlah pasien covid-19 bisa membuat rumah sakit kolaps. Apabila itu sampai terjadi, situasi dipastikan akan semakin gawat.
Bagaimanapun, rumah sakit merupakan tempat terbaik untuk merawat penderita covid-19. Betul bahwa isolasi bisa dilakukan secara mandiri di rumah, tetapi itu hanya untuk pasien yang tingkat keterpaparannya belum terlalu berat atau mereka yang tanpa gejala.
Celakanya lagi, penambahan kapasitas tempat tidur di rumah sakit maupun rumah sakit darurat tidak lagi sebanding dengan penambahan jumlah penderita korona.
Antrean untuk menghuni ruang isolasi semakin panjang, demikian halnya daftar tunggu untuk menempati ruang perawatan.
Fenomena itu jelas dan tegas mengonfi rmasi bahwa upaya pencegahan yang kita lakukan selama ini masih jauh panggang dari api. Terus melonjaknya kasus positif menunjukkan pula bahwa meski sudah hampir setahun berperang, kita belum sepenuh hati untuk menjadi pemenang.
Mustahil dimungkiri bahwa sudah banyak yang dilakukan negara untuk memerangi korona. Namun, tak mungkin dimungkiri pula, masih banyak celah yang membuat semua upaya itu tak paripurna. Di sana-sini tetap saja ada pembiaran pelanggaran protokol kesehatan, penegakan hukum pun terkadang masih sesuka hati.
Fakta tersebut diperparah tingginya tingkat pengabaian masyarakat terhadap protokol pencegahan covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 bahkan terang-terangan menyebut ada penurunan signifikan dalam hal kepatuhan publik memakai masker. Pada September lalu, tingkat ketaatan itu sebesar 83,67% dan anjlok menjadi 57,78% awal bulan ini.
Demikian pula dengan kedisiplinan menjaga jarak dari 59,57% menjadi 41,75%. Padahal, di samping mencuci tangan dengan sabun sebagai bagian dari gerakan 3M, mengenakan masker dan menjaga jarak adalah senjata paling ampuh saat ini untuk membendung penularan korona.
Selama belum ada vaksin dan obat, protokol 3M adalah keniscayaan. Setelah ada vaksin dan obat pun, 3M tetap menjadi kemestian agar upaya pencegahan virus korona sempurna.
Melalui forum ini kita tak bosan mengingatkan bahwa kedisiplinan untuk menaati protokol kesehatan tak bisa ditawar sedikit pun. Mengabaikan protokol kesehatan sama saja mengabaikan keselamatan diri sendiri dan juga keselamatan orang lain. Dalam situasi seperti saat ini, sikap seperti itu boleh dikata zalim.
Kita memahami, perang melawan korona yang begitu panjang amat menjenuhkan. Tetapi, kita harus ingat bahwa perang belum usai, bahkan bahaya makin ganas mengintai. Karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan pada protokol pencegahan mutlak terus dikedepankan.
Menganggap situasi tak lagi berbahaya padahal sebenarnya masih berbahaya merupakan sikap yang sangat berbahaya. Jangan pernah kita amnesia terhadap korona yang sesungguhnya kian gemar mencabut nyawa.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved