NEGERI ini tercipta dengan seabrek kelebihan. Tanah yang subur, kekayaan alam yang melimpah, dan sumber daya manusia yang besar ialah modal untuk menjadi bangsa yang besar. Sayangnya, semua kelebihan itu tak punya arti karena satu hal, yakni tiadanya budaya malu.
Kemajuan dan kesuksesan sebuah bangsa amat ditentukan seberapa kuat budaya malu memengaruhi perilaku masyarakatnya. Semakin maju sebuah bangsa, semakin kuat budaya malu mereka. Semakin beradab sebuah bangsa, semakin kukuh budaya malu menjadi pijakan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah yang secara gamblang ditunjukkan negara-negara maju. Sebaliknya di Indonesia, budaya malu justru menjadi barang yang semakin langka. Budaya malu tidak hanya kian terkikis, bahkan nyaris habis hampir tak tersisa di kehidupan seluruh level masyarakat.
Tak terbilang seruan dari sejumlah kalangan agar kita menjadikan budaya malu sebagai panduan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, ibarat berteriak di hamparan padang pasir, seruan demi seruan itu hilang begitu saja terbawa angin. Amat sedikit yang mendengarkan dan memedulikan seruan tersebut.
Rasa malu masih saja sangat mahal di semua strata. Warga biasa belum merasa malu membuang sampah sembarangan, berkendara sembarangan, dan parkir sembarangan.
Di kalangan elite, rasa malu juga masih tertahan di awang-awang. Itulah yang membuat korupsi berbiak, berkembang ke mana-mana, dan terus dilakukan kendati koruptor silih berganti dibekuk dan dibui. Korupsi telah mencengkeram penyelenggara negara mulai level terendah sampai menteri.
Mereka yang telah menjadi tersangka kasus korupsi pun tak punya rasa malu. Jangankan mengaku salah, mereka malah gigih mempertahankan kursi kekuasaan dengan berlindung di balik lemahnya undang-undang yang cuma mengharuskan pejabat lepas jabatan setelah ada kekuatan hukum tetap. Namun, kita pantang berputus asa. Imbauan akan pentingnya budaya malu wajib terus kita gelorakan.Pada konteks itu pula, kita menyambut baik seruan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kepada para kadernya yang akan duduk di kursi dewan untuk mengedepankan rasa malu.
Bagi Surya, budaya malu dengan meminta maaf apabila melakukan kekeliruan ialah sebuah kemestian. Kekeliruan merupakan kodrat manusia dan manusia yang bijak harus mau berbesar hati saat melakukan kekeliruan itu.
''Saya menekankan untuk jangan mahal dalam mengucapkan kata maaf apabila terdapat kesalahan ataupun kekhilafan. Itu manusiawi. Katakan itu ada kesalahan, kekhilafan, dan perbaiki, agar terdapat tren baru yang positif di negara ini,'' tegas Surya saat membuka sekolah legislatif Partai NasDem di Jakarta, Minggu (14/9).
Untuk membumikan kembali budaya malu yang sudah lama hilang, peran pemimpin memang amat penting. Bangsa ini sangat membutuhkan jiwa-jiwa negarawan, jiwa-jiwa yang di dalamnya bersemayam rasa malu, jiwa-jiwa yang memberikan keteladanan bagaimana kita mesti bersikap sebagai anak bangsa.
Tanpa budaya malu, sampai kapan pun bangsa ini tak pernah akan mampu menjadi bangsa yang besar. Tanpa budaya malu, segala kelebihan yang dipunyai negeri ini akan sia-sia.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.