Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dinilai selalu bersikap meremehkan bahaya dari covid-19 dan mengatasi pandemi secara serampangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya merasakan sendiri dampak buruk dari virus korona.
Bersama sang isteri yang juga Ibu Negara Melania Trump, Presiden ke-45 AS itu dilaporkan terinfeksi virus yang sangat menular dan mematikan, covid-19. Melalui akun Twitter pribadinya, Trump mengumumkan sendiri status kesehatannya itu.
“Malam ini, @FLOTUS (First Lady of The United States) dan saya dinyatakan positif COVID-19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan menyelesaikan ini BERSAMA!,” cuit Trump pada Kamis (1/10) malam waktu setempat.
Meskipun menjadi topik paling hangat di seluruh dunia, kemarin, status Trump yang terkonfi rmasi positif covid-19 sejatinya tidak terlalu mengejutkan. Tidak mengejutkan terutama dalam kaitannya dengan rekam jejak perilaku Trump dalam merespons keberadaan virus covid-19, baik sebagai pribadi, maupun pejabat negara.
Secara pribadi, Trump selama ini kerap dilaporkan sebagai sosok yang secara vulgar gemar memamerkan perilaku tidak taat protokol kesehatan. Dalam berbagai liputan dan tayangan, ia nampak lebih kerap tampil tanpa masker . Dalam kampanye Pemilihan Presiden AS, yang mana dia merupakan calon petahana, Trump lebih menyukai kampanye terbuka yang sarat kerumunan massa dan rawan penularan.
Ia bahkan dilaporkan tidak mempercayai keberadaan covid-19. Sehingga, jumlah positif covid-19 di AS yang telah melewati 7,3 juta kasus dan merenggut lebih dari 200 ribu jiwa, ia anggap biasa-biasa saja.
Tidak mengherankan jika statemennya mengenai bahaya virus korona kerap sangat melecehkan. Ia, misalnya, secara konsisten terus mengecilkan kekhawatiran atas kerentanan pribadinya terhadap penularan covid-19, bahkan setelah para staf dan orang-orang terdekatnya dinyatakan positif covid-19.
Sikap Trump itu akhirnya menjadi bumerang bagi diri dan keluarganya. Ia bersama sang isteri terinfeksi virus mematikan dan harus menjalani karantina sebagai konsukuensi logis atas sikap dan perilakunya selama ini.
Kita tentu prihatin dan bahkan sangat prihatin dengan kasus terinfeksinya Presiden Trump. Akan tetapi, yang jauh lebih kita prihatinkan lagi ialah sikap seperti Trump yang justru masih tumbuh subur di kalangan masyarakat kita.
Fakta empiris terbaru yang mendukung sinyalemen itu ditunjukkan oleh Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan pada 14 hingga 21 September 2020.
Dalam temuan survei BPS terpapar jelas fakta bahwa sebanyak 17%, dari responden tidak percaya dan yakin akan keberadaan virus covid-19.
Mereka lebih percaya bahwa keberadaan covid-19 tidak lebih merupakan hasil teori konspirasi yang tidak pernah hadir dalam kenyataan.
Begitu besarnya proporsi masyarakat yang tidak percaya adanya covid-19 itu tentu mengenaskan. Apalagi jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Indonesia, maka proporsi 17% tersebut setara dengan 45 juta orang. Sungguh jumlah yang mengerikan.
Paralel dengan sikap dan ketidakpercayaan semacam itu, berkembanglah perilaku warga masyarakat yang enggan menerapkan protokol kesehatan. Jangan heran bila kurva penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di negeri ini belum juga melandai bahkan terus mendaki.
Kita berharap kasus Trump di AS benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi pengambil kebijakan untuk mengintensifkan kampanye terkait protokol kesehatan.
Kasus yang sama hendaknya dapat menjadi shock therapy. Jika seorang Presiden Amerika yang memiliki standar protokoler dan kesehatan tertinggi di dunia saja dapat terinfeksi covid-19, apalagi warga negara Indonesia biasa. Karena itu, patuhilah selalu protokol kesehatan. Jangan ngeyel!
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved