Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI ialah pembantu presiden. Sebagai pembantu, semestinya menteri menjalankan perintah presiden. Kalau kinerjanya tak memuaskan, wajar-wajar saja jika presiden marah apalagi kalau hal itu menyangkut hajat hidup 267 juta rakyat Indonesia di tengah krisis covid-19 saat ini.
Marah presiden bisa saja sebagai bentuk evaluasi atau mungkin juga pengawasan atas kinerja kabinet. Bahkan, bisa juga ketika presiden marah, menjadi peringatan bagi para menterinya. Marah yang wajar di tengah kepungan krisis multidemensi mendera ibu pertiwi.
Pertama, krisis kesehatan yang diakibatkan pandemi. Kedua, krisis ekonomi karena di tingkat domestik ataupun global, ekonomi mengalami kontraksi cukup, bahkan bisa sangat dalam. Di atmosfer krisis ini juga bermunculan krisis lain yang bersifat multidimensional, seperti krisis sosial, politik, bahkan kebudayaan.
Pubik jelas merekam bagaimana Presiden Joko Widodo naik pitam terhadap para menterinya karena kurangnya sense of crisis dalam penanganan dampak covid-19. Secara substantif, isi pesan dan gestur kegundahan Jokowi wajar dan relevan. Bahkan, jika para menteri tetap tidak becus dengan tugasnya, Presiden tidak perlu ragu untuk mencopotnya.
Urusan kepatuhan para pembantunya ini juga menjadi cermin bagaimana kewibawaan Presiden di internal kabinet benarbenar tegak. Kalau anak buah tidak juga berubah, pemimpin harus menindaknya dengan tegas alias dicopot saja.
Sebaliknya, jika menteri-menteri ini berubah dan mengakselerasi kinerja mereka, jelas tidak perlu lagi merealisasikan ancaman sanksinya. Artinya, para menteri telah patuh, mendengarkan dan mengerjakan amanah yang diberikan oleh Presiden.
Dalam konteks penanganan covid-19, Presiden telah mengevaluasi kinerja menterinya. Para menteri menyikapi itu secara positif dengan meningkatkan kinerja yang lebih maksimal lagi dan rentang kontrol telah berjalan.
Kemauan berubah dan bekerja lebih baik lagi itulah yang menurut tangan kanan Presiden, Menteri Sekretaris negara Pratikno, perombakan kabinet sudah tidak relevan lagi.
Dalam waktu yang relatif singkat, progres berbagai program percepatan penanganan covid-19 sudah bergerak pesat. Kebijakan-kebijakan mulai dijalankan, serapan anggaran pun sudah meningkat.
Artinya, ancaman reshuffle kabinet yang dilontarkan Jokowi telah menjelma sebagai pelecut para menterinya. Menjadi momentum mendongkrak kinerja pemerintahan yang lebih cepat lagi tanpa bongkar pasang kursi kabinet.
Apalagi, sebenarnya tujuan perombakan kabinet ialah untuk kinerja pemerintahan yang lebih baik, efektif, dan efisien. Konsolidasi kabinet akan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan merombak kabinet. Variabel krisislah yang menjadi pertimbangan.
Pasalnya, reshuffle sebagai bukan semata masalah kinerja, melainkan juga politik kepentingan. Bisa dibayangkan, jika perombakan kabinet dilakukan di tengah krisis saat ini, selain menimbulkan kegaduhan politik, juga belum tentu menteri baru bisa langsung klop dengan jajaran birokrat dan sistem di kementerian yang dipimpinnya.
Alih-alih melakukan akselerasi, yang ada malah kabinet baru akan lebih sibuk untuk beradaptasi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved