Tahun Ujian Politik

01/1/2014 00:00
INDONESIA memasuki tahun spesial. Tahun ini negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini kembali menjalani ujian politik lewat penyelenggaraan pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif dan presiden.

Ujian yang tentu tidak mudah jika mengingat bangsa ini masih saja kekurangan stok calon pemimpin yang visioner di tengah upaya kita mengejar ketertinggalan dari negara lain sejak era reformasi lalu.

Juga sebuah ujian berat karena biasanya di tahun politik, kegaduhan politik kerap lebih mengemuka ketimbang etika dan kesantunan politik. Kegaduhan itu bahkan sudah mulai terasa sejak satu-dua tahun belakangan yang justru  membuat sebagian rakyat skeptis menyambut pemilu.

Kita khawatir para politikus yang seharusnya  mempertandingkan ide-ide besar untuk mencerahkan bangsa malah bakal sibuk mencari jalan pintas untuk mendulang suara. Mereka yang mestinya berdebat untuk hal-hal yang substantif justru akan lebih sering mempertengkarkan hal remeh temeh.

Para petualang politik tidak akan sungkan untuk mengenyampingkan kepentingan rakyat dan memilih mendahulukan diri, partai dan kelompok mereka.

Amat mungkin bila sepanjang tahun ini kita tidak akan menemukan keputusan-keputusan politik penting, terutama yang berkaitan langsung dengan urusan rakyat.

Jangan terlalu kaget pula bila kita akan menyaksikan presiden, menteri, dan pejabat negara yang berasal dari partai politik akan lebih banyak memainkan politik partisan daripada melakukan tugas mereka mengurus rakyat. 

Tahun berlangsungnya pemilu seharusnya selalu dimaknai sebagai titik loncat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kita tahu ekonomi tahun 2013 berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Kita berharap penyelenggaraan pemilu dan hasilnya dapat memacu kinerja ekonomi kita.

Setiap penyelenggaraan Pemilu semestinya dimanfaatkan betul untuk menghasilkan pemimpin berkualitas yang memang dibutuhkan publik.

Kita punya modal berupa sistem demokrasi sebagai anak kandung reformasi yang terus mencari titik keseimbangannya setelah berjalan hampir 16 tahun.  Kita telah memiliki semua perangkat ketatanegaraan yang mulai tertata, juga sejak reformasi bergulir.

Kondisi sosial ekonomi masyarakat juga terhitung stabil meski masih jauh dari kata ideal. Meningkatnya masyarakat kelas menengah, selain membuat kekuatan ekonomi sedikit lebih merata, juga telah menaikkan jumlah orang yang melek politik.

Dengan modal tersebut, ujian politik 2014 mestinya bisa dihadapi dengan lebih optimistis. Bagi para politikus, mulailah lempar gagasan-gagasan besar dan bertarunglah di tataran itu. Berkompetisilah dalam harmoni. Semua demi Indonesia yang lebih baik lima tahun mendatang dan selamanya.





Berita Lainnya