IBARAT permainan sepak bola, kasus korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang seperti penyerang yang sudah berada di depan mulut gawang lawan yang kosong. Sang penyerang tinggal menyodorkan bola dan menjadikannya gol kemenangan. Begitulah gambaran persidangan kasus yang menurut perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan telah merugikan negara Rp463,66 miliar tersebut.
Dari sidang satu ke sidang lainnya, sejumlah saksi secara terang-benderang menyebut pihak-pihak yang menerima duit hasil patgulipat proyek senilai Rp1,2 triliun itu. Kesaksian paling baru dikemukakan mantan Wakil Direktur Keuangan PT Permai Group Yulianis.
Dalam keterangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/8), anak buah mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin itu menyebut anggota Komisi III DPR Fahri Hamzah dan Ketua DPR Marzuki Alie menerima aliran duit Hambalang dari Nazaruddin. Politikus PKS Fahri Hamzah disebut menerima US$25 ribu (sekitar Rp275 juta).
Uang tersebut, kata Yulianis menirukan pernyataan Nazaruddin, digunakan untuk uang muka pembelian mobil. Politikus Demokrat Marzuki Alie disebut Yulianis menerima uang lebih besar, yakni US$1 juta (sekitar Rp11 miliar). Keterangan serupa disampaikan saksi lainnya, mantan tenaga ahli Nazaruddin, Nuril Anwar, yang mengaku menyaksikan sendiri pemberian uang tersebut.
Baik Fahri Hamzah maupun Marzuki Alie membantah menerima uang dari Nazaruddin. Melalui akun Twitter, Fahri bukan cuma membantah telah menerima duit Hambalang, melainkan juga mengaku tidak kenal dengan Yulianis dan Nazaruddin. Kendati pihak-pihak yang disebut saksi membantah, bukan berarti sudah pasti kesaksian mereka boleh diabaikan.
Para saksi itu memberikan keterangan di bawah sumpah di forum lembaga terhormat di pengadilan. Terlalu berat jerat sanksinya jika mereka memberikan keterangan bohong, apalagi jika mereka bersumpah palsu. Karena itu, menjadi tugas penegak hukum untuk menciptakan 'gol-gol' baru berdasarkan sejumlah kesaksian di depan persidangan tersebut. Fakta persidangan yang disampaikan di bawah sumpah jelas bukan ilusi.
Kalaupun ada yang meleset, tentu tidak semua hal dari keterangan itu. Pasti ada peluang kebenaran kendati, misalnya, hanya secuil. Kasus Hambalang, sebagaimana juga kasus Century, merupakan megaskandal yang amat dekat bersinggungan dengan pusat kekuasaan. Ia berada di dalam rumah, bukan di halaman depan, apalagi halaman belakang.
Kasus Hambalang, juga Century, bahkan menjadi pertaruhan amat penting bagi Komisi Pemberantasan Korupsi yang sudah bertekad membabat habis korupsi dari negeri ini. Pertaruhan karena hingga detik ini KPK masih mendapatkan kepercayaan sangat besar dari rakyat.
Rakyat tentu tidak sedang memberikan cek kosong kepada KPK saat menaruh kepercayaan itu. Publik sangat berharap KPK berpacu di jalur cepat dan tanpa pandang bulu mengusut skandal korupsi, lebih-lebih megaskandal yang melibatkan kalangan dekat kekuasaan. Ikan busuk bermula dari kepalanya. Karena itu, nyali KPK tak boleh ciut kendati harus memangkas kepala yang busuk tersebut, apa pun risikonya.
Berita Lainnya
-
28/4/2026 05:00
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
-
27/4/2026 05:00
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
-
25/4/2026 05:00
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
-
24/4/2026 05:00
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
-
23/4/2026 05:00
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
-
22/4/2026 05:00
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
-
21/4/2026 05:00
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
-
20/4/2026 05:00
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
-
18/4/2026 05:00
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
-
17/4/2026 05:00
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
-
16/4/2026 05:00
AKSI premanisme kembali mengoyak rasa aman publik.
-
15/4/2026 05:00
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
-
14/4/2026 05:00
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
-
13/4/2026 05:00
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
-
11/4/2026 05:00
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
-
10/4/2026 05:00
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.