KECEPATAN, ketepatan, dan kecermatan berperan krusial dalam misi penanggulangan bencana. Semakin cepat, tepat, dan cermat sebuah misi penyelamatan dijalankan, semakin besar pula peluang bagi korban bencana untuk diselamatkan.
Sayangnya, dalam berbagai peristiwa bencana yang datang silih berganti beberapa bulan terakhir, model penanganan bencana seperti itu belum bisa kita capai.
Dalam beberapa kasus, kita bahkan melihat penanggulangan kondisi darurat terlambat dilakukan. Akibatnya, para korban yang semestinya segera mendapatkan pertolongan harus menunggu. Jumlah korban yang semestinya bisa ditekan atau bahkan ditiadakan pun terus bertambah.
Kelambanan seperti itu juga masih terlihat baik dalam kasus erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara, maupun saat bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Tanah Air belakangan ini.
Tanpa mengurangi penghargaan terhadap upaya-upaya yang telah dijalankan berbagai pihak untuk menyelamatkan dan mengurangi penderitaan para korban, kita tidak bisa menepiskan fakta bahwa dalam berbagai kasus, keterlambatan penanganan bencana terus terjadi. Semangat biar lambat asal selamat dalam kaitan itu tidak jarang masih terlihat.
Dalam kasus erupsi Sinabung, misalnya, pemda setempat dilaporkan lambat menambah kapasitas titik-titik pengungsian saat jumlah pengungsi di wilayah itu terus bertambah. Akibatnya, penanganan terhadap para pengungsi yang sakit pun tidak optimal. Jumlah pengungsi yang meninggal akibat sakit pun terus bertambah dan kini dilaporkan mencapai 20 orang.
Dalam kasus bencana banjir di Indramayu, Cirebon, dan Subang, Jabar, kesan lambat juga muncul. Banjir yang memutus jalur pantai utara Pulau Jawa itu telah berlangsung empat hari dan menggenangi 17 kecamatan. Ribuan warga mengungsi akibat rumah mereka terendam. Namun, ketiadaan dan kelambatan bantuan logistik yang sangat menentukan kelangsungan hidup mereka masih terjadi.
Laporan tentang kelambatan seperti itu juga masih datang dari berbagai wilayah lain yang dilanda banjir. Di antaranya ialah Bekasi; Karawang; Kota Manado; Tulang Bawang, Lampung; Kota Jambi, Kabupatan Bungo, Merani, Sorolangun, Jambi; Musi Rawas, Sumsel; Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur; Kabupaten Baru Sulsel; dan bahkan DKI Jakarta.
Berbagai persoalan menjadi penyebab munculnya kelambanan dalam mengatasi kasus bencana. Salah satu yang cukup mengejutkan ialah belum dibentuknya badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) di sebagian wilayah tersebut.
Kabupaten Tanah Karo dan Kabupaten Subang ialah dua daerah yang belum memiliki badan yang telah ditetapkan sebagai lembaga paling sentral bagi penanggulangan bencana itu. Menjadi tanggung jawab BNPB dan pemerintah setempat untuk memastikan agar seluruh daerah di Indonesia segera memiliki badan itu untuk mendukung peningkatan kecepatÂan dan ketepatan penanganan bencana.
Sudah saatnya kita mengubah pola dalam penanganan bencana. Model penanganan dengan semangat biar lambat asal selamat tidak boleh lagi dilakukan. Semangat itu menempatkan semakin banyak jiwa dalam taruhan, bahkan bisa menjadi biar lambat asal sekarat.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.