Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN badan usaha milik negara atau BUMN kembali menjadi sorotan. Ada upaya serius dari pemerintah untuk menjadikan BUMN berprestasi, tetapi tidak sedikit pula pihak yang menunjukkan resistansi.
Sudah terlalu lama BUMN gagal memperlihatkan optimalisasi terhadap misi yang diembankan negara. Pasal 2 UU No 19 Tahun 2003 dengan jelas dan tegas mengatur bahwa perusahaan pelat merah didirikan antara lain untuk memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya.
BUMN didirikan juga untuk mengejar keuntungan. Dan, yang lebih penting, BUMN ada untuk menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi serta memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
Itulah amanah mulia yang diberikan negara kepada BUMN. Akan tetapi, faktanya, belum satu pun beragam tanggung jawab tersebut ditunaikan secara maksimal.
BUMN yang semestinya memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional dan penerimaan negara justru tak jarang menjadi parasit keuangan negara. Perusahaan pelat merah bahkan berubah wujud menjadi lahan basah bagi sekelompok orang untuk membuncitkan kantong mereka.
BUMN menjadi sapi perah bagi politisi dan mereka yang bergelimang kuasa adalah postulat yang sulit dibantah kebenarannya. Fenomena itu pula yang menghalangi BUMN sulit mendulang keuntungan, padahal banyak sekali aspek yang semestinya dapat membuat mereka untung. Ujung-ujungnya, asas kemanfaatan untuk rakyat selalu saja jauh panggang daripada api.
Harus kita katakan, sudah terlalu lama BUMN salah urus. Namun, mesti pula kita akui, upaya pemerintah akhir-akhir ini untuk membenahi BUMN layak diapresiasi. Meski kinerja sejumlah BUMN strategis itu tetap saja tertinggal dari BUMN serupa di negeri tetangga, kinerja BUMN secara keseluruhan meningkat signifikan.
Data Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang dilansir Maret silam, misalnya, menunjukkan kinerja BUMN Indonesia lebih baik ketimbang Khazanah yang merupakan holding BUMN Malaysia. Tercatat pertumbuhan aset milik BUMN kita pada 2018 mencapai 13,6% atau total Rp8.092 triliun dengan pertumbuhan pendapatan 15,8%.
Sebaliknya, total aset Khazanah mengalami minus 3,8%. Pertumbuhan BUMN Indonesia pun lebih tinggi daripada Temasek milik Singapura sebesar 12,3% untuk total aset dan 10,4% untuk pendapatan.
Fenomena itu jelas dan tegas menunjukkan bahwa sebenarnya BUMN kita mampu berbenah diri jika ada kemauan untuk menjadi lebih baik lagi. Kita, seluruh rakyat Indonesia, sudah amat lama menginginkan perusahaan-perusahaan pelat merah kembali ke khitah.
Oleh karena itu, tiada alasan bagi siapa pun untuk menolak upaya pembenahan yang sudah dan akan semakin gencar dilakukan pemerintah. Kita mendukung sepenuhnya komitmen pemerintah membawa pulang kembali ketegasan yang telah lama pergi.
Keputusan pemerintah yang akan memberhentikan tujuh pejabat BUMN seperti diutarakan Wapres Ma'ruf Amin ialah rupa dari ketegasan itu. Begitu juga dengan rencana merekrut tokoh-tokoh untuk mengamputasi segala macam persoalan yang membonsai BUMN selama ini.
Mengelola bisnis, termasuk perusahaan negara, sebenarnya simpel. Keluarkan orang-orang yang cuma menjadi parasit, masukkan para pendobrak untuk memberangus segala masalah. Jika ada pihak yang resistan dengan rumus itu, patut kiranya kita mempertanyakan niat mereka.
Saatnya BUMN menjadi penopang tangguh perekonomian negara, meraih untung, dan yang terpenting memberikan maslahat bagi seluruh anak bangsa. BUMN tak boleh lagi menjadi sapi yang kurus kering karena terus diperah para perakus, tetapi harus gemuk yang susu dan dagingnya dapat menyehatkan rakyat. Inilah momentum terbaik BUMN dipimpin para pendobrak.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved