Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAH politik boleh berbeda. Cara mengaktualisasikan spirit demokrasi mungkin bisa tidak sama. Lantas, bolehkah perbedaan-perbedaan itu menjadi alasan untuk mengubur semangat persatuan dan rasa kebangsaan? Tentu saja tidak. Dalam koridor demokrasi yang sehat, persatuan dan kebangsaan sejatinya merupakan esensi sekaligus tujuan akhir.
Sesungguhnya tidak ada demokrasi tanpa tujuan dan niat untuk membuat bangsa ini lebih menggelorakan persatuan. Bahwa ada perbedaan pendapat atau perbedaan pilihan, itu hal lumrah dan merupakan suatu keniscayaan.
Kita menganut demokrasi karena kita yakin dapat menjadi alat untuk merengkuh persatuan dan kesejahteraan rakyat melalui perbedaan-perbedaan yang ada.
Semangat itulah yang sedikitnya akan terangkum bila kita mencoba memaknai pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, kemarin. Mereka menyebut pertemuan itu sebagai silaturahim kebangsaan.
Tidak bisa dibantah, selama ini kedua partai politik tersebut berdiri di bawah dua payung asas yang berbeda. NasDem teguh memilih jalan nasionalis, sedangkan PKS sejak awal menetapkan diri sebagai partai Islam. Demokrasilah yang mempertemukan mereka. Karena itu, perbedaan sikap politik tidak semestinya menjadi penghalang bagi NasDem dan PKS untuk berjuang bersama menjaga demokrasi tetap sehat.
Dalam konsep yang ideal, baik yang berpaham nasionalis maupun Islam, setiap partai seyogianya punya fatsun politik yang sama, yakni wajib menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Pertemuan dua petinggi partai berbeda garis, kemarin, sesungguhnya dapat menjadi contoh bagaimana elemen bangsa ini mengelola perbedaan untuk menggapai mimpi dan kepentingan bersama.
Ke sampingkan perbedaan, mari bersama-sama membangun negeri ini dengan cara dan jalan politik masing-masing dan tetap saling menghormati. Spirit seperti itulah yang tampaknya ingin disampaikan NasDem dan PKS lewat pertemuan itu. NasDem menghormati PKS yang memilih berada di luar pemerintah. Begitu pun sebaliknya, PKS menghormati NasDem yang mendukung pemerintah.
Tak elok bila pertemuan dua partai itu melulu dimaknai sebatas urusan koalisi dan oposisi. Bahkan, dalam posisi yang 'berseberangan' sikap politik, mereka sepakat akan berjuang bersama-sama untuk memperkuat fungsi pengawasan di parlemen. Dengan cara masing-masing, keduanya komit bakal memperkuat fungsi checks and balances di DPR. Tujuannya sama, menuju demokrasi yang semakin sehat.
Kita meyakini pertemuan kemarin hanyalah sebuah awalan dari proses panjang pendewasaan demokrasi di Republik ini. Publik berharap satu langkah awal yang baik itu akan diikuti langkah-langkah lain, dilanjutkan pertemuan-pertemuan lain dengan sebanyak mungkin melibatkan elemen bangsa.
Jangan berhenti di NasDem dan PKS. Silaturahim kebangsaan yang tulus, yang dengan sukarela menepikan kepentingan dan politik partisan, seharusnya juga bisa dilakukan partai-partai lain. Bukan demi urusan koalisi dan oposisi, bukan untuk meneguhkan siapa menang dan siapa kalah, melainkan demi agenda yang lebih besar, yakni membangun sebuah sistem politik yang mengandung nilai dan etika moralitas.
Dengan bangunan politik seperti itu, tatanan kehidupan kebangsaan kita akan menjadi lebih kukuh. Pun akan dihasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang bagus di masa depan. Semoga.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved