Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PESAN Presiden Joko Widodo di sidang kabinet paripurna perdana, kemarin, merupakan pernyataan yang kuat. Bahkan, sebagian orang juga menyatakan itu pedas.
Presiden blak-blakan menekankan agar para pembantunya setia pada satu visi dan misi, yakni visi dan misi presiden dan wakil presiden. Tidak ada visi-misi perorangan ataupun sektoral.
Peringatan ini sangatlah wajar, bahkan memang perlu. Masyarakat mudah berkaca dari ketidakkompakan yang pernah muncul di kabinet sebelumnya. Bahkan, bukan sekali, ada menteri yang bersilang pendapat dan bertolak belakang dengan kerja rekan sekabinet.
Akibatnya memang bukan sekadar citra berbeda arah. Yang krusial ialah dampaknya pada pencapaian program-program kerja.
Ketidakkompakan itu pun bisa saja terjadi di Kabinet Indonesia Maju ini. Strategi politik yang dipilih Jokowi membuatnya memiliki kabinet yang sangat berwarna, kalau tidak mau disebut berisiko.
Jangan salah, risiko itu bukan hanya dari lawan yang digandeng menjadi kawan, melainkan juga dari orang-orang dengan latar belakang yang cukup awam dari bidang yang dipimpinnya.
Namun, itulah hak prerogatif yang dimiliki Presiden. Kita harus menghormati hak itu walaupun tidak kurang pula hak kita untuk mengkritik dan menagih bukti pencapaian.
Di awal kerja kabinet ini, bentuk kerja tim itu pun sesungguhnya sudah bisa dicanangkan. Terlebih ada pekerjaan besar yang sudah menanti lama dan sesungguhnya tidak membutuhkan koordinasi rumit. Hanya kesungguhan sang menteri untuk melakukan sinkronisasi hal teknis.
Itulah yang terletak pada sinkronisasi data beberapa komoditas pangan.
Perbedaan data beras bahkan sudah berlangsung tahunan tanpa ada pula perbaikan. Data Kementerian Pertanian yang kerap tidak sinkron dengan data riil stok beras membuat kisruh impor beras.
Lebih jauh lagi, kekacauan data menunjukkan jauh dari panggangnya cita-cita swasembada pangan. Pada akhirnya bahkan bisa mengancam ketahanan pangan kita.
Sudah bukan zamannya menteri hanya menyampaikan janji muluk atau sekadar menyenangkan hati presiden dengan optimisme-optimisme. Keterbukaan dan keakuratan data ialah pilar utama untuk keberhasilan kerja.
Karena itu, menjadi tugas utama Menteri Pertanian yang baru, Syahrul Yasin Limpo, untuk menunjukkan komitmen pada kerja tim di kabinet ini. Sebagai kepala daerah yang berhasil membawa Sulawesi Selatan surplus jagung, tentunya Syahrul paham pentingnya keakuratan data dalam mencapai proyeksi pangan.
Kita mengapresiasi komitmen penyeragaman data yang disampaikan Syahrul begitu dilantik Presiden pada Rabu (23/10). Sebagaimana pernyataannya, kita menunggu pembuktian itu dalam 100 hari.
Tidak hanya dalam sektor pertanian, kinerja juga sudah dinanti dari Menteri Agama dan Menteri Pendidikan. Pemberian kepercayaan terhadap sosok-sosok yang bukan berlatar belakang kedua bidang itu tentunya harus dijawab dengan dobrakan kepada masyarakat.
Kita mengapresiasi seraya menunggu bukti pernyataan Menteri Agama Fahrur Razi yang mengatakan dirinya bukan menteri agama Islam. Dalam pernyataan itu terkandung semangat Menteri Agama untuk menaruh perhatian secara relatif setara kepada semua agama.
Kita membayangkan Mendikbud Nadiem Makarim membangun sistem, institusi, dan infrastruktur pendidikan yang betul-betul meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era digital ini. Kita membayangkan Mendikbud membangun semacam Silicom Valley di Indonesia.
Dobrakan-dobrakan lain terhadap berbagai isu yang selama ini telah menjadi polemik sangat dinantikan publik. Dobrakan-dobrakan itu bukan sekadar gimik, tetapi juga untuk menyempurnakan program-program yang telah baik selama ini.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved