Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH sekian lama negeri ini mengalami krisis pemimpin berintegritas dan berkualitas jempol. Telah lama pula kita merindukan sosok pemimpin yang cakap.
Tidak hanya cakap secara fisik, tapi lebih dari itu, memiliki kecakapan intelektual, nurani, etika, dan banyak kecakapan lain yang dibutuhkan untuk memimpin Republik ini secara lurus. Bukan perkara mudah memilih pemimpin, apalagi pemimpin bangsa yang bertaji. Sulitnya memilih pemimpin bahkan sudah dihadapi saat proses pengajuan calon pemimpin. Isu tentang itu tak kunjung habis diperdebatkan dari awal era reformasi hingga sekarang.
Menjelang bergulirnya pemilu legislatif pada April dan pemilihan presiden Juli 2014, kontroversi tentang hal itu kembali terpantik. Yusril Ihza Mahendra, bakal calon presiden yang diusung Partai Bulan Bintang, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk menguji materi UU 42/2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. MK kemarin menggelar sidang pertama.
Yusril menegaskan mekanisme pencalonan presiden dengan ambang batas pencalonan bertentangan dengan UUD 1945. Menurutnya, setelah selesai pemilu legislatif, partai tidak lagi bisa disebut partai peserta Pemilu. Karena itu, ia meminta pemilihan anggota legislatif dan presiden dilakukan serentak sekaligus menghapus aturan presidential threshold untuk pengajuan calon presiden.
Jika MK mengabulkan gugatan itu, keputusan itu akan berimplikasi pada kekacauan tahapan pemilu yang sudah berjalan. KPU bakal kalang kabut menyiapkan logistik.
Implikasi lainnya, semua partai peserta pemilu, sekecil apa pun perolehan suara mereka pada pemilu nanti, boleh mengajukan calon presiden. Hak untuk partai yang memperoleh suara terbanyak akan sama dengan partai yang cuma mampu menggaet segelintir pemilih. Capres yang mendaftar pun, barangkali, akan membeludak.
Kita mesti ingat, di dalam alam demokrasi, aturan prosedural mestinya bukan menjadi satu-satunya pegangan. Ada hal yang lebih kuat dan mesti dihormati, yaitu tentang asas kepantasan dan kepatutan.
Patutkah partai yang perolehan suaranya kecil menyodorkan calon presiden? Pantaskan semua ketua atau elite partai mencalonkan diri menjadi presiden? Di manakah mekanisme seleksi menjadi pimpinan puncak negeri ini?
Ada syarat-syarat etik yang mesti disepakati dalam proses ini agar presiden atau pemimpin yang dihasilkan melalui pemilu ialah pemimpin yang betul-betul berintegritas dan berkualitas. Ia bukan pemimpin abal-abal yang dengan mudah bisa dimunculkan karena ketiadaan seleksi. Bukan pula pemimpin oplosan yang bisa eksis karena mampu ‘membeli’ partai kecil untuk mencalonkan dirinya.
Dalam fatsun demokrasi, mencalonkan presiden tidak saja menjadi sebuah kepantasan dan kepatutan bagi sebuah partai yang mampu meraup suara besar. Namun, sejatinya ia adalah sebuah keharusan dan keniscayaan dalam kehidupan berpartai dan berdemokrasi.
Apa maknanya menjadi pemenang pemilu bila partai tidak mampu mengendalikan arah bagi jalannya kehidupan bernegara? Bukankah tujuan berpartai adalah meraih kekuasaan agar dapat menentukan arah haluan berbangsa dan berpemerintahan?
Dengan memandang aturan presidential treshold secara positif, satu langkah sudah kita ayunkan demi memunculkan presiden jempolan yang kita rindu-rindukan selama ini.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved