INDONESIA dewasa ini menghadapi aneka persoalan yang tidak bisa dikatakan ringan. Pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat, kesenjangan ekonomi yang makin melebar, subsidi bahan bakar minyak yang terus membengkak, kualitas lingkungan hidup yang terus menurun, serta kualitas sumber daya manusia yang masih tertinggal hanyalah segelintir dari segunung persoalan yang kelak harus diselesaikan pemerintahan presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla.
Untuk menyelesaikan berbagai problem tersebut, Jokowi dan JK memerlukan para menteri atau kabinet yang cakap. Kecakapan atau kepiawaian kabinet dalam menyelesaikan persoalan bisa tercapai bila kabinet tersebut berbentuk kabinet kerja atau kabinet ahli yang ramping.
Kabinet kerja atau kabinet ahli mensyaratkan para menteri ialah para pekerja keras. Mereka bisa bekerja dengan baik bila mereka ahli dan profesional di bidang masing-masing. Bila diangkat sebagai menteri kelak, mereka harus segera bekerja karena persoalan-persoalan tadi harus segera diselesaikan.
Tidak ada tempat bagi mereka yang baru belajar atau menyesuaikan diri terlebih dahulu. Ibarat mengendarai kendaraan bermotor, begitu dilantik, mereka mesti langsung tancap gas. Kabinet ramping ialah kabinet yang disusun bukan dengan tujuan bagi-bagi jatah jabatan menteri untuk orang-orang partai politik dalam koalisi. Kabinet bagi-bagi jatah kursi menteri hanya menghadirkan kabinet tambun.
Kementerian-kementerian atau jabatan-jabatan baru diciptakan untuk mengakomodasi orang-orang parpol yang belum tentu ahli dan pekerja keras. Walhasil, lantaran menderita obesitas, kabinet sulit tancap gas menyelesaikan berbagai program kerja. Menteri justru menjadi beban presiden dan wapres. Padahal, menteri semestinya meringankan atau mengambil alih sebagian tugas presiden dan wapres.
Beban presiden dan wapres bertambah manakala ada menteri yang tersangkut kasus korupsi. Berkaca pada pengalaman kabinet bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono, dua menteri yang tersangkut kasus korupsi, yakni Andi Alifian Mallarangeng dan Suryadharma Ali, berasal dari parpol. Menteri parpol memang sering kali menanggung banyak kepentingan.
Perkara korupsi yang menjerat kedua menteri asal parpol itu semestinya menjadi warning bagi Jokowi-JK untuk tidak semata-mata menjadikan koalisi sebagai penentu arsitektur kabinet. Kita mengapresiasi Jokowi yang sejak awal menyatakan koalisi yang ia bangun tanpa syarat. Dengan begitu, Jokowi-JK bisa lebih cermat memilih para pembantu mereka di kabinet kelak, baik dari kalangan parpol maupun kalangan profesional.
Belakangan tersiar berita, sejumlah parpol pendukung Prabowo-Hatta berancang-ancang merapat ke Jokowi-JK. Kita berharap koalisi dengan partai-partai tersebut berlangsung di parlemen, bukan di kabinet. Bila partai-partai tersebut berkoalisi dengan tujuan mengisi posisi di kabinet, kita khawatir cita-cita Jokowi membentuk kabinet ramping tidak tercapai.
Akhirulkalam, di tengah menggunungnya persoalan bangsa yang harus segera dituntaskan, kabinet kerja, kabinet ahli, atau kabinet profesional, yakni kabinet yang sebagian besar menterinya ialah orang-orang yang punya latar belakang pendidikan, pengalaman, dan keahlian di bidangnya, menjadi suatu keniscayaan.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.