Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah lama diharapkan menjadi wadah yang profesional, jujur dalam mengelola organisasi, dan menghasilkan prestasi sepak bola yang membanggakan.
Faktanya, yang kita saksikan hingga hari ini ialah karut-marut. Karut-marut dalam pengelolaan internal PSSI itu sendiri, karut-marut dalam mengatur sistem kompetisi, dan karut-marut dalam menghasilkan prestasi sepak bola.
Alhasil, harapan lama dari bangsa ini untuk memiliki organisasi sepak bola profesional, membanggakan, dan menghadirkan prestasi pun masih jauh panggang dari api. Kasus dugaan pengaturan skor sepak bola yang menyeret Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka merupakan salah satu contoh dari sekian banyak fakta empiris mengenai karut-marutnya organisasi persepakbolaan nasional.
Karena itu, harapan lama mengenai meningkatnya kualitas pengelolaan PSSI dan sistem kompetisi persepakbolaan nasional kiranya tetap relevan untuk kembali dikemukakan terkait dengan berlangsungnya Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Mercure, Ancol, akhir pekan lalu.
Apalagi, harapan akan perbaikan kualitas pengelolaan PSSI dan persepakbolaan kita agaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat ini. Sebagai contoh, KLB pun dilaporkan hanya berlangsung dalam satu jam! Karena itu, kita sepakat dengan mereka yang menilai betapa yang dilakukan PSSI dalam KLB bukanlah kongres, melainkan sekadar pengumuman secara sepihak.
Benar, bahwa dilaporkan KLB menghasilkan revisi statuta PSSI, revisi kode pemilihan PSSI, dan penetapan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Akan tetapi, sebanyak 86 pemilik suara alias voters PSSI yang semestinya dan sepatutnya memiliki kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan dikabarkan sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pembuatan keputusan. Mereka dilaporkan hanya dimintai persetujuan.
Dengan model pengambilan keputusan seperti itu, kita khawatir PSSI tetap masih berada dalam langgam lama. Patut diduga, keputusan dalam KLB sudah selesai sebelum KLB dimulai. Jangan-jangan pemilik suara hanya menjadi stempel dari kepentingan tersembunyi di balik layar KLB. Kalau itu benar yang terjadi, kita sangat menyesalkan hal itu.
Padahal, pemerintah sudah wanti-wanti agar PSSI segera menghadirkan pengelolaan organisasi dan iklim kompetisi sepak bola yang transparan dan memantik banyak prestasi. Selain melalui VAR dalam upaya menekan pihak yang ingin menghancurkan sepak bola nasional, penataan organisasi juga menjadi mutlak lewat karakter dan visi para pemimpinnya.
PSSI juga sudah diberi payung hukum khusus dari Presiden Jokowi berupa Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang bisa digunakan untuk membentuk cabang olahraga ini semakin berkembang.
Publik dan seluruh stakeholders persepakbolaan nasional harus mengawasi dan mencermati benar langkah PSSI pasca-KLB superkilat ini. Apalagi, PSSI bakal menggelar kongres untuk memilih ketua umum pada 2 November 2019. Jangan sampai semangat dan gaya mafioso yang mendominasi PSSI juga menjiwai kongres tersebut.
Kita mendukung dan mendorong pemerintah, jika diperlukan, untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan PSSI dan persepakbolaan nasional.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved