PEMILU Presiden dan Wakil Presiden 2014 mencapai puncaknya, ditandai dengan penetapan pemenang kontestasi oleh Komisi Pemilihan Umum. Pemimpin negeri lima tahun ke depan pun telah terpilih, yakni Joko Widodo sebagai presiden dan Jusuf Kalla sebagai wakil presiden.
Melalui rapat pleno, kemarin, KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang dengan mendulang 70.997.833 suara atau 53,15%. Mereka mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mengantongi 62.576.444 suara atau 46,85%.
Dalam rivalitas pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah. Itulah hukum alam, itulah ke harusan yang mesti disadari dan dipatuhi oleh mereka yang berkontestasi. Begitu pula di pilpres kali ini. Ketika mayoritas pemilih menjatuhkan pilihan hati kepada Jokowi-JK, itu realitas yang wajib dihormati.
Kemenangan pasangan nomor urut 2 itu pun tak lantas terdelegitimasi meski di saat-saat terakhir Prabowo tiba-tiba menolak proses rekapitulasi hasil suara. Kemenangan Jokowi-JK tetaplah konstitusional karena diraih lewat cara-cara konstitusional.
Namun, harus ditarik garis tebal bahwa kemenangan itu bukan ha nya kemenangan Jokowi-JK, bukan cuma kemenangan partai-partai pengusung, bukan pula kemenangan pendukung semata, melainkan ke menangan rakyat. Jokowi-JK ialah presiden dan wakil presiden untuk seluruh rakyat, bukan hanya presiden dan wakil presiden rakyat yang memilih keduanya.
Sudah jauh-jauh hari kita berharap dan bersepakat untuk menjadikan pemilu tahun ini sebagai momentum menuju perubahan. Kini, momentum itu telah hadir sehingga amat sayang untuk dilewatkan. Di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, kita patut mencuatkan asa bahwa pemerintahan baru sebagai manifestasi kehendak rakyat benar-benar bakal berpihak kepada rakyat.
Bersama Jokowi-JK, saatnya Republik ini membuka dan mengisi lembaran-lembaran baru dalam berbangsa dan bernegara.
Begitu berat tantangan, begitu rumit persoalan yang ha rus dihadapi bangsa ini ke depan. Hanya jalinan kebersamaan seluruh anak bangsa yang bisa mengatasi tantangan dan persoalan itu. Amat wajar ketika selama pilpres yang sarat dinamika, rakyat terbelah oleh preferensi dukungan. Juga, wajar jika selama pilpres sesama anak bangsa berhadapan. Namun, pilpres sudah usai sehingga usai pula rivalitas. Dalam pidato politiknya, tadi malam, Jokowi pun mengajak semua pihak melucuti persaingan, bersatu padu, dan bergerak bersama membangun bangsa.
Kita mengapresiasi sikap bijak kubu Jokowi-JK yang memosisikan kemenangan mereka adalah kemenangan bagi semua. Tiada lagi salam satu jari atau dua jari, yang ada salam tiga jari, salam persatuan untuk Indonesia yang lebih baik. Kita optimistis bangsa ini bisa bangkit untuk menjadi bangsa yang hebat.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.