Bergerak Bersama Membangun Bangsa

23/7/2014 00:00
PEMILU Presiden dan Wakil Presiden 2014 mencapai puncaknya, ditandai dengan penetapan pemenang kontestasi oleh Komisi Pemilihan Umum. Pemimpin negeri lima tahun ke depan pun telah terpilih, yakni Joko Widodo sebagai presiden dan Jusuf Kalla sebagai wakil presiden.

Melalui rapat pleno, kemarin, KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang dengan mendulang 70.997.833 suara atau 53,15%. Mereka mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mengantongi 62.576.444 suara atau 46,85%.

Dalam rivalitas pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah. Itulah hukum alam, itulah ke harusan yang mesti disadari dan dipatuhi oleh mereka yang berkontestasi. Begitu pula di pilpres kali ini. Ketika mayoritas pemilih menjatuhkan pilihan hati kepada Jokowi-JK, itu realitas yang wajib dihormati.

Kemenangan pasangan nomor urut 2 itu pun tak lantas terdelegitimasi meski di saat-saat terakhir Prabowo tiba-tiba menolak proses rekapitulasi hasil suara. Kemenangan Jokowi-JK tetaplah konstitusional karena diraih lewat cara-cara konstitusional.

Namun, harus ditarik garis tebal bahwa kemenangan itu bukan ha nya kemenangan Jokowi-JK, bukan cuma kemenangan partai-partai pengusung, bukan pula kemenangan pendukung semata, melainkan ke menangan rakyat. Jokowi-JK ialah presiden dan wakil presiden untuk seluruh rakyat, bukan hanya presiden dan wakil presiden rakyat yang memilih keduanya.

Sudah jauh-jauh hari kita berharap dan bersepakat untuk menjadikan pemilu tahun ini sebagai momentum menuju perubahan. Kini, momentum itu telah hadir sehingga amat sayang untuk dilewatkan. Di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, kita patut mencuatkan asa bahwa pemerintahan baru sebagai manifestasi kehendak rakyat benar-benar bakal berpihak kepada rakyat.

Bersama Jokowi-JK, saatnya Republik ini membuka dan mengisi lembaran-lembaran baru dalam berbangsa dan bernegara.

Begitu berat tantangan, begitu rumit persoalan yang ha rus dihadapi bangsa ini ke depan. Hanya jalinan kebersamaan seluruh anak bangsa yang bisa mengatasi tantangan dan persoalan itu. Amat wajar ketika selama pilpres yang sarat dinamika, rakyat terbelah oleh preferensi dukungan. Juga, wajar jika selama pilpres sesama anak bangsa berhadapan. Namun, pilpres sudah usai sehingga usai pula rivalitas. Dalam pidato politiknya, tadi malam, Jokowi pun mengajak semua pihak melucuti persaingan, bersatu padu, dan bergerak bersama membangun bangsa.

Kita mengapresiasi sikap bijak kubu Jokowi-JK yang memosisikan kemenangan mereka adalah kemenangan bagi semua. Tiada lagi salam satu jari atau dua jari, yang ada salam tiga jari, salam persatuan untuk Indonesia yang lebih baik. Kita optimistis bangsa ini bisa bangkit untuk menjadi bangsa yang hebat.


Berita Lainnya