Bersukacita Sambut Presiden Baru

21/7/2014 00:00
DEMOKRASI mensyaratkan kompetisi yang jujur dan adil. Prinsip jujur dan adil bukan hanya berlaku ketika kompetisi berlangsung, melainkan juga setelahnya, ketika kompetisi tersebut mulai memperlihatkan hasil. Prinsip jujur dan adil ialah kualitas sikap dan perilaku yang bersedia menerima kekalahan diri sendiri sekaligus mengakui kemenangan pihak lain.

Dalam bahasa sehari-hari, prinsip itu ialah siap menang dan kalah. Prinsip, sikap, dan perbuatan jujur dan adil itulah yang saat ini sangat dibutuhkan bangsa ini menjelang pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilihan umum presiden pada 22 Juli.

Tanpa sikap siap menang dan siap kalah, kita tidak mungkin menyambut presiden baru dalam suasana sukacita dan damai.  Kita sangat mengapresiasi Mahfud MD, ketua tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang siap mengakui kemenangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kita berharap langkah Mahfud diikuti pendukung Prabowo-Hatta. Pengakuan kubu Prabowo-Hatta atas kemenangan Jokowi-JK sesungguhnya wajar belaka. Berdasarkan hitung cepat delapan lembaga survei kredibel, Jokowi-JK unggul.

Rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum yang mendekati final juga memperlihatkan tanda-tanda kemenangan Jokowi-JK. Kesediaan menerima kekalahan dan kemenangan membuat pertemuan Jokowi dan Prabowo yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi bermakna sebagai jalan kegembiraan politik dalam menyambut pemimpin baru.

 Prinsip jujur dan adil dalam demokrasi juga berlaku buat sang pemenang. Pemenang bisa menunjukkan sikap jujur dan adil  dengan tidak berlebihan merayakan kemenangan.  Pemenang juga harus mewujudkan prinsip jujur dan adil itu dengan tidak menistakan yang kalah, tetapi menempatkan mereka dalam posisi terhormat.

 Kita mengapresiasi Jokowi yang meminta pendukungnya untuk tidak mengenakan atribut capres dan cawapres nomor urut 2, apalagi turun ke jalan. Imbauan Jokowi itu bisa kita baca sebagai bentuk kearifan. Siapa pun yang meraih kemenangan dalam pilpres, itu merupakan kemenangan rakyat. Siapa pun yang menjadi presiden, dia pastinya presiden seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita sambut presiden baru dengan penuh sukacita.


Berita Lainnya