Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia, semakin lama semakin meningkat. Tingkat kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa ke depan, perekonomian Indonesia dipersepsikan akan tumbuh sesuai dengan ekspektasi positif di tengah perekonomian global, yang sejatinya tidak begitu kondusif.
Naiknya peringkat surat utang Indonesia seperti yang dirilis lembaga pemeringkat Standard & Poors (S&P), dapat kita lihat dalam konteks seperti itu. Standard & Poors, Jumat (31/5), menaikkan peringkat surat utang Indonesia dari 'BBB-' menjadi 'BBB.
Bukan hanya itu, lembaga pemeringkat global yang berbasis di New York, AS tersebut juga meningkatkan rating utang sovereign jangka pendek dari 'A-2' ke 'A-3'.
Adapun alasan penaikan peringkat utang Indonesia tersebut, menurut lembaga tersebut ialah karena Indonesia dinilai mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh didukung oleh kebijakan fiskal yang pruden.
Standard & Poors secara khusus memproyeksikan bahwa kondisi ini bakal terus berlanjut dengan terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai presiden Indonesia untuk periode 2019-2024.
Dalam laporannya, S&P menuliskan bahwa perekonomian Indonesia berhasil tumbuh lebih cepat daripada negara-negara lain di tingkat pendapatan yang sama.
Pertumbuhan riil per kapita Produk Domestik Bruto Indonesia tercatat mencapai 4,1% dalam rata-rata tertimbang selama 10 tahun terakhir. Sedangkan negara lain dengan tingkat pendapatan yang sama rata-rata hanya tumbuh 2,2%.
Peningkatan kepercayaan atas Indonesia juga diperoleh bukan hanya dari peningkatan peringkat surat utang, namun juga dari peningkatan daya saing.
International Institute for Management Development (IMD), sebuah lembaga pendidikan manajemen yang bermarkas di Lausanne, Swiss merilis survei mengenai peringkat daya saing sejumlah negara.
Dalam siaran pers yang dirilis Kamis (30/5), IMD menilai efisiensi Indonesia di sektor pemerintahan, pembangunan infrastruktur, dan kondisi bisnis yang meningkat menjadi kunci perbaikan daya saing Indonesia. Atas perbaikan itu, daya saing Indonesia meloncat 11 peringkat, dari posisi 43 pada tahun lalu menjadi 32 pada tahun ini.
IMD juga menyebutkan bahwa kenaikan peringkat Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asia. Berbagai pencapaian yang telah diraih oleh perekonomian Indonesia tersebut tentu harus kita syukuri sekaligus apresiasi.
Karena, pengakuan yang diberikan oleh berbagai lembaga internasional tersebut menunjukkan betapa kebijakan yang disusun oleh pemerintah dalam menciptakan iklim perekonomian yang kondusif ternyata berjalan efektif dan membawa hasil yang posiitif.
Dalam kaitan itu, maka sekali lagi kita mengapresiasi kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo khususnya dalam mengelola laju pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi eksternal yang menantang dalam beberapa tahun terakhir yang ternyata menggembirakan.
Peningkatan peringkat utang dan daya saing Indonesia seperti yang diberikan oleh Standard & Poors dan IMD di sisi lain juga menunjukkan betapa berbagai kritik dan serangan dari kaum oposisi yang terus diarahkan untuk mendelegitimasi Pememrintahan Joko Widodo tidak berdasar.
Karena, kepercayaan khususnya dari kaum investor, yang merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi, terhadap Indonesia bukannya semakin menurun, justru sebaliknya semakin meningkat, berkebalikan dengan apa yang selama ini dikampanyekan oleh kalangan oposisi.
Karena itu, memasuki periode kedua Pemerintahan mendatang, kita mendorong agar Pemerintah terus semakin percaya diri. Artinya, arah kebijakan perekonomian yang selama ini dianut dan diimplementasikan oleh Pemerintah sudah tepat dan perlu untuk diteruskan dalam periode kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Akan tetapi, kita juga mengingatkan agar momentum terpilihnya kembali Jokowi, yang menghasilkan momentum positif di kalangan investor perlu terus dijaga.
Hal itu penting untuk memastikan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan yang masih akan sangat bergantung pada tingkat konsumsi domestik dan jumlah investasi yang digelontorkan di bidang investasi dan sumber daya manusia dapat terus mendapatkan dukungan.
Karena tanpa dukungan tersebut, yang kesemuanya itu menciptakan momentum positif, maka keberlanjutan iklim untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dapat terkendala. Inilah tugas yang telah menunggu Pemerintahan Jokowi pada periode kedua. Kita percaya hal itu sudah berada dalam cakupan visi dan misi pembanguunan ekonomi Jokowi periode kedua.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved