Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KUBU Prabowo Subianto-Sandiaga Uno benar-benar ogah mengaku kalah. Segala cara mereka lakukan demi menjaga harapan yang sebenarnya hanyalah melawan kemustahilan.
Pemenang Pilpres 2019 memang baru akan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum pada 22 Mei nanti. Namun, jika kita mengedepankan akal sehat dalam mencermati perkembangan, siapa yang akan memimpin negeri ini hingga lima tahun ke depan secara gamblang sudah kelihatan.
Pemenang Pilpres 2019 bahkan sudah ketahuan beberapa jam sesuai pencoblosan 17 April silam tatkala lembaga-lembaga survei tepercaya memublikasikan hasil hitung cepat mereka bahwa pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin tampil sebagai juara. Hasil quick count itu pun selaras dengan real count di Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng KPU.
Hingga kemarin, ketika data yang masuk sudah mendekati 80%, Jokowi-Amin tetap unggul jauh di atas Prabowo-Sandi. Keunggulan suara mereka 12% lebih, jumlah yang mustahil bisa dimbangi, apalagi dilewati. Artinya, secara de facto Jokowi-Amin dipastikan berjaya dan tinggal de jure untuk melegalkannya.
Pada situasi seperti itu sejatinya pertandingan sudah selesai. Namun, kubu Prabowo-Sandi tetap kukuh merawat harapan kemenangan. Segala taktik dan strategi dilancarkan untuk menjaga impian yang tak mungkin menjadi kenyataan.
Secara informal, meski mengklaim sebagai pemenang, mereka gencar memviralkan lewat media sosial seabrek tuduhan bahwa pemilu tahun ini penuh kecurangan. Narasi delegitimasi penyelenggaraan dan penyelenggara pemilu, bahkan sudah ramai disuarakan sebelum pemilu dihelat.
Secara formal, mereka juga memboyong tudingan-tudingan itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Belum cukup, siasat teranyar mulai mereka susun di jalur politik dengan usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Pemilu 2019. Usulan itu diinisiasi anggota DPR dari dua partai pendukung utama Prabowo-Sandi, PKS dan Gerindra.
Sebagai inisiator, anggota Fraksi PKS Ledia Hanifa mengklaim sudah 31 anggota DPR dari tiga fraksi yang meneken usulan hak angket dan pembentukan pansus. Jika benar, dari sisi prosedural, pengajuan usul hak angket sudah memenuhi syarat, yakni paling sedikit 25 tanda tangan anggora dewan dari dua fraksi. Namun, dari sisi substansi, harus kita tegaskan bahwa usulan itu jauh dari kebutuhan.
Tiada alasan yang bisa dijadikan pembenaran untuk membentuk Pansus Penyelenggaraan Pemilu 2019. Betul bahwa perhelatan pemilu yang untuk kali pertama menyerentakkan pilpres dan pileg itu tak sempurna. Akan tetapi, kendati masih banyak kekurangan yang terjadi, mesti kita akui pemilu terlaksana dengan baik dan memenuhi kaidah-kaidah demokrasi.
Usulan pembentukan pansus kian tak relevan karena proses pemilu masih berlangsung. Lagi pula, kalau toh ada permasalahan, ada mekanisme dan saluran untuk mempersoalkan. Terkait dengan proses pemilu, misalnya, mereka yang merasa dirugikan bisa mengadu ke Bawaslu. Terkait dengan hasil, mereka yang merasa dicurangi dapat menggugat ke Mahkamah Konstitusi.
Itulah rule of the game, itulah aturan perundangan yang sengaja dibuat juga oleh fraksi-fraksi yang kini ngotot membentuk pansus untuk mengawal agar kompetisi tak berjalan serampangan.
Berulang kali melalui forum ini kita mengingatkan pentingnya kedewasaan dalam berpolitik agar demokrasi kita semakin berkelas. Bernafsu membentuk pansus, sedangkan pemilu masih berproses ialah bentuk kekanak-kanakan dalam berdemokrasi. Bernafsu membentuk pansus yang notabene menegasikan rule of the game yang mereka buat ialah tabiat amat buruk dalam berkontestasi.
Pansus Penyelenggaraan Pemilu 2019, selain tak dibutuhkan, juga tak akan mengubah peta dan hasil pemilu. Kubu 02 mengusulkannya tak lebih dari sekadar upaya untuk memengaruhi persepsi publik bahwa mereka kalah karena dicurangi sehingga mutlak ditolak.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved