Pemilu Damai Ekonomi Kondusif

19/4/2019 05:00

PASAR bereaksi positif atas hasil Pemilu 2019, khususnya hasil pemilihan presiden dan calon wakil presiden. Sejumlah indikator keuangan seperti nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penguatan.

Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengumumkan hasil Pemilu pada 22 Mei, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei telah menunjukkan pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperoleh 54%-56% suara.

Perolehan tersebut mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat 44%-46% suara. Pada pembukaan perdagangan, Kamis (18/4), misalnmya, IHSG dibuka pada level 6.568,84. Posisi IHSG ini  melonjak 87,3 poin dari penutupan dua hari sebelumnya yang berada di level 6.481,54.

Patut dicatat, selama sepekan jelang pemilu, investor asing pun telah mencatatkan aksi jual mencapai Rp253,13 miliar.

Adapun rupiah, berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, nilai tukarnya berada di level 14.016 per dollar AS atau menguat 50 poin dari sehari sebelum pemilu dilaksanakan. Nilai ini disebut merupakan penguatan sebesar 1,67% sejak awal April. Bukan hanya terhadap IHSG dan nilai tukar rupiah.

Kemungkinan terpilih kembalinya Jokowi sebagai presiden itu dinilai juga bakal berpengaruh positif terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan.  Karena, kebijakan pemerintahan saat ini diyakini akan dilanjutkan termasuk dalam hal infrastruktur.

Pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan pun diprediksi akan keluar dari jebakan 5% yang selama ini banyak dikritik  kalangan oposisi.

Riset Morgan Stanley bertajuk Incumbent wins; what's next after the dust settles, Kamis (18/4), menyatakan bahwa hasil quick count

Pemilu 2019 yang menunjukkan kemenangan pasangan Jokowi-Amin menghilangkan ketidakpastian politik dan memberi sinyal berlanjutnya kebijakan yang diberlakukan pemerintah saat ini.Tren positif ini tentu tidak boleh disia-siakan.

Karena itu, seluruh komponen bangsa wajib menjaga momentum positif ini untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Jangan sampai, karena kepentingan sempit, ada kelompok yang mengoyak-koyak momentum positif dan iklim kondusif itu dengan tindakan-tindakan destruktif, misalnya pengerahan massa atau tidakan anarkis.

Apresiasi patut diberikan kepada Polri dan TNI yang siap mengawal proses pemilu sampai tuntas. Aparat tidak akan memberi ruang pada berbagai upaya inkonstitusional termasuk mobilisasi massa dan tindakan anarkis.

Elok nian bila berbagai persoalan sengketa pemilu termasuk dugaan kecurangan dituntaskan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Sengketa peserta pemilu dituntaskan melalui Badan Pengawas Pemilu sesuai tingkatan yang ada. Persoalan panitia atau penyelenggara pemilu ditangani oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Sementara pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis, dan masif diselesaikan ke Mahkamah Konstitusi.

Kita berharap, sangat berharap, semua elite ikut memelihara iklim politik yang kondusif. Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sebaiknya mengajak seluruh pendukung mereka untuk kembali bersatu, tidak perlu mengklaim kemenangan.

Sabarlah menunggu putusan resmi KPU. Para pendukung Jokowi-Amin, meskipun gembira dengan hasil hitung cepat, tidak perlu mengkespresikan kegembiraan itu dengan euforia berlebihan.

Sebaliknya, bagi mereka yang belum beruntung dalam kontestasi kali ini, tetap bersabar untuk mengikuti kontestasi lima tahun mendatang. Kita patut bersyukur karena Pemilu 2019 berlangsung sukses dan diakui dunia internasional.

Pasar memberikan reaksi positif atas hasil pemilu dan reaksi pasar tidak pernah membohongi. Jangan sampai ia dikoyak dengan tindakan anarkis dan inkonstitusional yang merusak persatuan dan persaudaraan.



Berita Lainnya