Pertarungan Penghabisan

13/4/2019 05:05

HARI ini telah masuk akhir masa kampanye Pemilu 2019. Malam nanti, debat kelima atau debat pemungkas pemilihan presiden bakal menutup periode kampanye sebelum memasuki masa tenang, besok. Tentu, kedua kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tidak akan menyia-nyiakan kesempatan terakhir menarik simpati pemilih.

Paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengagendakan kampanye akbar penutup di Gelora Bung Karno, Jakarta, sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal menggelar kampanye akbar terakhir mereka di Lapangan Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten.

Para simpatisan kedua paslon sudah bisa dipastikan akan menyambut dengan gegap gempita. Mereka menjadikan ajang kampanye akbar untuk unjuk kekuatan dukungan. Di mata para simpatisan, ajang kampanye terbuka memang kerap dipakai sebagai salah satu indikator kemenangan dengan melihat kubu mana yang paling banyak menarik massa.

Tiap kubu saling klaim bahwa kampanye-kampanye mereka yang lebih banyak dihadiri simpatisan dan itu disebut sebagai tanda-tanda kemenangan. Tidak ada metode ilmiah yang mendasari, kecuali yang diakui sebagai bukti-bukti berupa foto-foto, rekaman video, dan testimoni simpatisan.

Di sisi lain, lembaga-lembaga survei mencoba menyodorkan prediksi kemenangan melalui kerangka metode ilmiah. Kemarin, jelang kampanye akbar penutup dan debat pemungkas, sedikitnya empat lembaga survei memublikasikan laporan terbaru. Keempatnya kompak menyebut elektabilitas paslon nomor urut 01 Jokowi-Amin menang telak atas paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Hasil survei SMRC menyatakan Jokowi-Amin meraih elektabilitas 56,8%, sedangkan Prabowo-Sandi 37%. Survei LSI Denny JA menunjukkan dukungan terhadap Jokowi-Amin di kisaran 55,9%-65,8%, adapun Prabowo-Sandi memperoleh dukungan 34,2%-44,1%. Jokowi-Amin disebut LSI Denny JA menyapu bersih kemenangan di semua segmen, termasuk segmen pemilih terpelajar yang sebelumnya memenangkan Prabowo-Sandi.

Dua laporan survei lainnya, dari Alvara Research Center dan Indopolling, menunjukkan hasil senada, Jokowi-Amin unggul jauh jika dibandingkan dengan Prabowo-Sandi. Alvara juga mengungkap jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan terus turun dan kini tinggal sekitar 9%. Jika dilihat dari zonasi, Indopolling mengungkapkan Jokowi-Amin unggul di semua wilayah, kecuali Sumatra.

Masih ada satu survei yang dilakukan lembaga riset Populi Center khusus di Jawa Barat. Hasil survei menyebutkan Jokowi-Amin unggul dengan perolehan 40%, sedangkan elektabilitas pesaingnya, Prabowo-Sandi, mencapai 35,1%. Selain itu, sebanyak 22,9% responden menyatakan tidak menjawab dan 2,0% menyatakan golput.

Keunggulan di Jawa Barat menjadi bekal penting untuk menang pada Pemilu 2019 karena Jawa Barat ialah daerah pemilihan dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Pada Pilpres 2014, Prabowo unggul atas Jokowi.

Jokowi-Amin menunjukkan kemenangan yang konsisten di berbagai survei yang digelar sejak dimulainya tahapan pilpres. Tidak mau kalah, kubu Prabowo-Sandi mengklaim keunggulan di survei-survei internal. Bagi mereka, hasil survei yang memenangkan Jokowi-Amin tidak membuat patah arang. Mereka meyakini dukungan yang besar dan luas dari masyarakat di seantero Nusantara.

Namun, di balik semua euforia, perlu diingat yang dihitung dalam penentuan kemenangan pemilu ialah dukungan yang masuk melalui surat suara. Lapangan yang penuh, jalanan yang luber oleh simpatisan, maupun kemenangan dalam survei tidak ada artinya jika mereka yang punya hak pilih tidak datang ke TPS untuk memberikan suara. Di TPS-lah pertarungan penghabisan kedua paslon yang sesungguhnya.



Berita Lainnya