Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SISI negatif media sosial (medsos) mendapat sorotan tajam. Ia disorot karena selama proses pemilu menjadi sumber berita bohong. Medsos juga disorot terkait dengan kekerasan sebab berpotensi menghancurkan hubungan antarwarga masyarakat.
Padahal, pada awal kemunculannya, medsos dibarengi dengan harapan besar akan menjadi ranah publik alternatif yang terlepas dari pakem media konvensional. Semua orang bisa leluasa menyampaikan pendapat, tidak perlu proses kurasi dan penyuntingan seperti dalam media lama.
Keleluasaan itu pula yang memunculkan dampak negatif. Konten negatif, baik berupa berita bohong (hoaks), fitnah, perundungan, dan ujaran kebencian mendominasi. Saling serang, saling tuduh, saling caci seakan menjadi kewajaran baru dalam medsos.
Kini, medsos kerap menjadi arena permusuhan dan menjadi sumber konflik. Tanpa disertai literasi yang memadai, kehidupan di dunia medsos bakal semakin barbar. Jika dibiarkan, daya rusak medsos dapat memorak-porandakan tatanan kehidupan sosial.
Daya rusak itu menjadi tantangan terbesar bagi anak muda. Sebagai generasi penerus bangsa, anak muda mestinya dibekali dengan literasi cukup dalam menggunakan medsos. Nilai-nilai mendasar yang seharusnya ditanamkan sejak dini sayangnya menjadi sulit diterapkan di tengah arus kemajuan teknologi.
Kasus penganiayaan yang mencuat dengan tagar #JusticeforAudrey mestinya menjadi refleksi bagi pemangku kepentingan untuk segera mengambil kebijakan sebagai antisipasi dampak negatif medsos demi menyelamatkan para pemangku masa depan bangsa ini agar tidak terlilit.
Dugaan penganiayaan terhadap siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Pontianak oleh sejumlah siswi sekolah menengah atas (SMA) sangat pas menggambarkan bagaimana medsos tidak hanya menjadi tempat munculnya konflik dan permusuhan, tapi juga menjadi sarana menggaungkan informasi yang tidak terverifikasi kebenarannya.
Kasus berawal dari aksi perundungan, saling ejek di medsos, hingga bertemu untuk berkelahi secara fisik. Lalu menjadi viral melalui medsos ketika muncul tagar #JusticeforAudrey dengan informasi bahwa Audrey mengalami penganiayaan berat yang mengundang simpati publik. Ternyata, setelah dilakukan visum, pihak berwenang tidak menemukan berbagai tanda-tanda tersebut.
Inilah wujud nyata medsos bermata dua. Di satu sisi menggugah perhatian publik menuntut keadilan untuk Audrey, tetapi di sisi lain menjadikan para terduga pelaku penganiayaan juga telah menjadi korban perundungan warganet. Mereka mendapat stigma lebih buruk daripada yang semestinya karena cerita awal penganiayaan yang diduga dilebih-lebihkan.
Jika melongok pada data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kurangnya literasi digital membuat anak rentan menjadi korban di medsos. Pada 2018 terdapat 679 kasus kejahatan yang menimpa anak akibat penggunaan medsos yang tidak terkontrol.
Untuk itulah, tidak ada jalan lain bagi pemerintah selain menguatkan pendidikan karakter sembari mengampanyekan literasi medsos, baik dalam kurikulum maupun dalam tatanan sosial terkecil, keluarga. Jika rusak generasi muda, rusak pulalah masa depan bangsa ini.
Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatian khusus kasus ini sebagai dampak perubahan interaksi lewat teknologi, yakni medsos. Dampak buruknya harus dikikis. Guru dan orangtua diminta awas terhadap penggunaan medsos generasi muda.
Medsos itu ibarat pisau bermata dua yang bisa bermanfaat, tetapi juga bisa membahayakan kehidupan generasi muda.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved