Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AJANG pemilihan presiden telah masuk tahapan kampanye rapat umum atau kampanye terbuka. Model kampanye tersebut memberi kesempatan kepada pasangan calon untuk lebih leluasa menyosialisasikan program dan mengajak masyarakat memilih mereka. Barangkali karena saking semangatnya, tidak ayal, rambu-rambu pun kerap dilanggar.
Baru tiga hari kampanye terbuka digelar, Badan Pengawas Pemilu menemukan indikasi pelanggaran di sana-sini. Dari penggunaan fasilitas negara, pengerahan aparatur sipil negara, pelibatan anak-anak dalam kampanye, hingga pemasangan alat peraga kampanye di luar ketentuan.
Indikasi pelanggaran ada di kedua kubu, baik paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin maupun paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin sampai mengingatkan agar tidak membuat kesalahan pada tiga pekan terakhir kampanye Pemilu 2019. Pasalnya, sanksi terberat pelanggaran aturan kampanye berupa pencoretan nama paslon dari ajang pilpres.
Pemimpin wajib patuh pada hukum, maka calon pemimpin harus mampu menunjukkan komitmen tersebut. Jangan pula mengikutsertakan organisasi yang sudah dinyatakan terlarang, termasuk simbol-simbolnya, dalam kampanye. Apalagi mengusik ideologi Pancasila yang melindungi keberagaman.
Di tengah semangat yang kian menggebu untuk memenangi pilpres, pembawaan tiap pasangan calon juga semakin kentara. Di kubu yang satu terus menggaungkan optimisme dengan bermodalkan capaian pembangunan selama hampir lima tahun terakhir. Sebaliknya, kubu lainnya tiada henti mengkritik capaian tersebut sekaligus menggemakan pemismisme bila kebijakan saat ini dilanjutkan.
Pembawaan yang berbeda seperti itu wajar-wajar saja. Petahana memiliki keunggulan karena bisa memperlihatkan hasil kerja yang nyata. Adapun pihak lawannya hanya bisa mengkritik karena belum punya bukti keberhasilan. Itu hal biasa.
Akan tetapi, ketika narasi dan nuansa kampanye turut menggaungkan tudingan tidak berdasar, hoaks, sampai dengan intimidasi, tentu saja sudah kelewat batas. Kalaupun tidak terbukti ada pelanggaran aturan pemilu, batas etika telah terlanggar.
Contohnya, betapa gigih Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mencoba menggiring publik ke arah keraguan bahkan tidak percaya terhadap legitimasi suara pemilu. Penjelasan dari pihak penyelenggara pemilu hanya menjadi angin lalu dan narasi delegitimasi pemilu berkali-kali diajukan.
Tidak sampai di situ. Narasi kampanye yang mengibaratkan ajang pilpres sebagai perang yang mempertaruhkan hidup dan mati bangsa turut memupuk bibit kemarahan. Bila kalah di ajang pilpres, kemarahan pun meledak. Ketika massa tersulut, aturan yang memediasi perselisihan hasil pemilu bisa dengan sengaja diabaikan. Demikian yang terasa dari perumpamaan perang tersebut.
Perlu kita ingatkan lagi kepada publik, siapa pun paslon yang terpilih, kita harus tetap optimistis. Bangsa ini akan terus berkembang menuju negara maju, mandiri, serta berkeadilan dengan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat. Jangan mudah terprovokasi, tunaikan hak memilih, dan rayakan pesta demokrasi dengan kegembiraan.
Kontestasi Pemilu 2019 tidak boleh meruntuhkan persatuan dan keberagaman. Benar bahwa setiap warga memiliki hak politik, tetapi hak itu tidak boleh mengabaikan kewajiban warga negara untuk merawat keberagaman. Benar bahwa demokrasi itu penting, tetapi persatuan bangsa jauh lebih penting.
Jangan pernah berhenti menggaungkan narasi-narasi optimisme dan pada saat bersamaan harus berani menolak keikutsertaan simbol-simbol organisasi yang dilarang masuk di arena kampanye terbuka.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved